Pengertian Bencana Alam

20.22 Add Comment
Dimulai letusan Tambora, Krakatau, dan Galunggung di penghujung abad 19 dengan 132 ribu nyawa tewas, lalu gempa Pulau Nias 2005 yang melenyapkan 1000 nyawa, gempa 2006 Yogyakarta menimbun korban lebih dari 5700 jiwa, gempa Padang 2009 dengan 1100 nyawa melayang, Tsunami Pangandaran 2006 yang menyisir 650 nyawa di pesisir pantai, hingga 70 gunungapi diantaranya Merapi, Soputan, Lokon, Sinabung, Dempo yang punya perulangan letusan cukup pendek. Ragam rentetan bencana alam yang melanda negeri itu seharusnya dapat menjadi renungan bagi segenap entitas masyarakat di negeri ini.

Negeri ini tak pernah luput oleh bencana alam. Tiap jengkal nusantara berada dalam porsi yang sama akan peluang terjadinya bencana. Kenyataannya, gejala dan tingkah laku alam yang mewujud pada bencana memang tak dapat diprediksi, namun potensi peningkatan dan kompleksitas bencana di masa depan wajib untuk d waspadai. Beragam statistik kelabu tentang bencana alam yang terjadi di negeri ini setidaknya menjadi pengingat dan pencetus kewasapadaan bagi segenap masyarakat.

Lantas dalam membincangkan tentang urusan bencana, apa sesungguhnya definisi bencana? Ditilik dari dasar, secara definitif Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan bencana secara umum sebagai sesuatu yang menimbulkan kesusahan, kerugian, atau penderitaan.

Adapula pengertian bencana alam yang tertulis dalam Asian Disaster Reduction Centre yang mendefinisikan bencana sebagai suatu bentuk gangguan serius yang terjadi pada fungsi masyarakat yang berdampak pada kerugian besar pada manusia, material, atau lingkungan melebihi kemampuan masyarakat yang terkena dampak dan harus mereka hadapi dengan menggunakan sumber daya yang ada pada diri mereka.

Sedangkan pengertian yang tersimpul dalam Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana menyebutkan bahwa bencana, adalah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Namun, pada dasarnya definisi bencana alam tak dapat diterjemahkan secara sepihak. Ketika sebuah fenomena yang mengintai masyarakat di wilayah rawan bencana menyeruak dan mengamuk, tidak akan disebut bencana apabila tak ada masayarakat yang terkena dampaknya. Tiap komunitas masyarakat pun punya definisi tersendiri terkait apa saja yang dapat digolongkan sebagai bencana alam. Misalkan contohnya ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa bencana alam berupa banjir itu adalah sesuatu kiriman alam yang rutin terjadi dan tak perlu dipermasalahkan. Adapula yang menganggap bahwa meletusnya gunung berapi itu adalah hal biasa dan tak perlu dirisaukan.

Secara garis besar, peristiwa atau fenomena bencana alam yang rutin melanda negeri telah terangkum oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai berikut: mulai dari gempabumi, tsunami, letusan gunungapi, ancaman pergerekan tanah, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, erosi, kebakaran pemukiman, gelombang ekstrim dan abrasi, cuaca ekstrim,

Saat ini, bencana baik itu bencana alam maupun bencana sosial lebih diidentikkan sebagai akibat dari campur tangan manusia. Tak dapat dipungkiri, manusia selalu punya peranan yang masif dalam urusan bencana. Tindakan pengrusakan alam, penindasan semena-mena terhadap sumber daya alam, serta menghabiskan total sumber daya alam yang tersedia hingga tak tersisa lagi sekadar untuk sumber kehidupan makhluk hidup lain. Manusia pada dasarnya memang memiliki kemampuan tak terkira untuk mengeksploitasi, menjinakkan, mencetak ulang, mengonstruksi ulang, merusak hingga memanen seluruh kekayaan alam yang tersaji di luasnya bentangan alam negeri.

Sumber

4 Macam Bencana di Indonesia

20.20 Add Comment
Indonesia adalah negeri rawan bencana alam. Rentetan ancaman menyeruak dari deretan Sabang di barat, hingga Merauke di timur. Dari Miangas di utara hingga Rote di selatan negeri. Ancaman yang menyeruak itu berwujud gempabumi, tsunami, letusan gunungapi, ancaman pergerekan tanah, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, erosi, kebakaran pemukiman, gelombang ekstrim dan abrasi, hingga cuaca ekstrim.Berikut adalah bencana alam yang ada di Indonesia yaitu :

1. Ancaman gempa bumi
Letak Indonesia berada di pertemuan antara tiga lempeng super aktif yaitu lempeng Indo-Australia di wilayah selatan, Lempeng Euro-Asia di bagian utara dan Lempeng Pasifik di wilayah timur. Ketiga lempeng tersebut terus bergerak secara aktif dan menimbulkan tumbukan hebat di bawah permukaan bumi. Rangkaian gunungapi aktif di Sumatera seperti Sinabung, Kerinci, Leuser, Dempo, Krakatau dll. Hingga gunungapi aktif di sepanjang jalur Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara: Merapi, Kelud, Selamet, Semeru, Gede, Rinjani, Tambora lalu berbelok ke utara Maluku danSulawesi Utara adalah akibat nyata dari tunjaman dan tumbukan lempeng Euro-Asia dan lempeng Indo Australia.

Gempabumi dahsyat biasanya merupakan pencetus dari munculnya fenomena bencana alam lain seperti meletusnya gunungapi, atau patahan dasar laut yang mengakibatkan tsunami. Beragam wilayah yang berada di wilayah penunjaman lempeng aktif seperti di pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, pantai selatan Bali dan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Maluku Utara, pantai utara dan timur Sulawesi, hingga pantau utara Papua merupakan wilayah yang amat rentan terjadinya bencana alam gempabumi.

Biasanya, gempabumi yang melanda berakibat fatal apabila sudah meruntuhkan bangunan dan menimpa ratusan bahkan ribuan nyawa manusia. Apabila gempabumi berpusat di dasar laut dan terjadi pada titik penunjaman dangkal, maka bencana gempabumi akan pun akan meningkat risikonya menjadi tsunami

2. Ancaman Tsunami
Tsunami, atau air bah dahsyat dari laut yang menghantam daratan secara tiba-tiba. Pada dasarnya tsunami disebabkan oleh interaksi lempeng tektonik yang menimbulkan deformasi dasar laut yang kemudian mengakibatkan gelombang pasang dan tsunami yang mengancam daratan pesisir pantai.

Masih segar dalam ingatan bahwa tsunami terbesar di abad modern yang melanda Indonesia terjadi tak lebih dari satu dekade lalu. 26 Desember 2004. Pagi itu, tanpa prediksi apa-apa, gempa dahsyat bawah laut berepisentrum di barat pulau Simeuleu memicu gelombang tsunami setinggi lebih dari 10 meter. Meluluhlantakkan kawasan terdampak di sebelas negara sebelah barat Indonesia. Menewaskan lebih dari 225.000 jiwa. Tak pelak, bencana besar itu menjadi pukulan hebat bagi negeri ini. Di indonesia sendiri, Tsunami 2004 telah merenggut nyawa sekitar 165.708 jiwa yang mayoritas merupakan warga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

3. Ancaman letusan gunung api
Berada dalam zona penunjaman lempeng-lempeng super aktif yang melintang persis di bawah perut bumi nusantara. Bencana alam berupa letusan gunung api menjadi fenomena bencana yang amat sering terjadi di negeri ini. Tercatat Indonesia memiliki 500 gunung api dan 129 di antaranya adalah gunung api aktif yang dapat memuntahkan isi perutnya secara tiba-tiba. Gunungapi aktif yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Maluku merupakan 13% dari sebara gunungapi di seluruh dunia.

Para pengkaji riset tentang gunungapi di Indonesia mengambil kesimpulan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, negeri ini masih aka terus dibayangi oleh potensi bencana alam berupa letusan gunungapi. Di antara 129 gunungapi yang aktif, 70 di antaranya patut untuk diwaspadai aktivitasnya. Diantaranya adalah: Gunung Merapi, Soputan, Lokon, Kelud, anak Krakatau, Gamalama, dan Sinabung.

4. Ancaman longsor atau Gerakan Tanah
Usai menilik tentang tiga ancaman besar yang membayangi negeri ini, adapula ancaman lain yang yang berhubungan dengan faktor geologis Indonesia, yaitu pergerakan tanah atau yang acap disebut tanah longsor. Terutama di wilayah Pulau Jawa yang sebagian besar kontur tanahnya adalah lembek, berbukit, dan merupakan tanah lempung yang rawan bergerak posisinya. Hampir tiap tahunnya, pasti ada laporan fenomena tanah longsor yang megancam dan kemudian menimbun nyawa puluhan bahkan ratusan korban jiwa. Ragam fenomena tanah longsor yang menjadi catatan bencana alam besar yaitu longsor Nias (2001), Bahorok Sumatera Utara (2005), Sulawesi Tengah (2007), Sumatera Barat (2008), Situ Gintung Tangerang Selatan (2009), dan terakhir adalah longsor Banjarnegara (2015). (IJL)
Sumber

Dampak Tsunami Bagi Kehidupan

20.18 Add Comment
Secara deskriptif, gelombang tsunami bermula dari gerakan hebat lempeng bumi yang berpusat dangkal di dasar samudera. Pergerakan lempeng tersebut kemudian menunjam masuk ke dalam perut bumi, dan menyebabkan air laut surut dari bibir pantai, kemudian tak beberapa lama. Air laut yang terhempas masuk ke dalam patahan samudera tersebut akan menyeruak dan menggulung hebat menjadi gelombang raksasa setinggi belasan meter. Gelombang inilah yang ketika mencapai daratan dan menghempas apapun yang dilalauinya disebut sebagai gelombang tsunami. Kekuatan desktruktif bencana alam berupa air bah yang maha besar inilah yang mengakibatkan kurang lebih 165.708 jiwa di pesisir Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam lenyap dihempas gulungan air laut.

Catatan sejarah juga membuktikan bahwa tak hanya gempabumi yang mampu memicu tsunami, letusan gunungapi yang dahsyat seperti letusan Krakatau dan letusan Tambora sekian abad silam pun mampu menciptakan gelombang laut yang maha dahsyat yang menggulung wilayah daratan pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.Berdasar pada catatan kebencanaan dari tahun 1801 hingga 2006, bencana alam tsunami telah menghempas wilayah di Sumbawa (1820), Bengkulu (1833), Sumatera Barat (1861), Sangihe (1856), Krakatau (1883), Kepulauan Seram (1955), Sulawesi Tengah (1968), Sumba (1977), Flores (1992), Banyuwangi (1994), Biak (1996), Aceh (2004), dan Pangandaran (2006).

Bicara tentang tsunami, fenomena bencana yang legendaris dampaknya ini merupakan ancaman nyata yang menakutkan setidaknya dalam satu dekade terakhir. Tengok saja bagaimana kejadian dan dampak yang direnggut oleh fenomena bencana alam tsunami yang melanda Aceh (2004) dan Sendai, Jepang (2011). Kerusakan masif yang mengancam di daerah yang memiliki potensi gempabumi dahsyat dan gelombang tsunami tak bisa diabaikan. Sudah seharusnya menjadi agenda khusus bagi program penanggulangan dan mitigasi bencana di wilayah-wilayah tersebut.

Ketika mencapai pesisir daratan, gelombang tsunami yang memiliki kekuatan amat dahsyat ini mampu menghempas apapun yang menghalanginya. Masih teringat dalam ingatan ketika kekuatan tsunami Aceh (2004) yang mampu menggerakkan kapal seberat lebih dari 30 Gross Weight Ton dari pesisir dermaga hingga ke tengah kota Banda Aceh. Fakta menunjukkan bahwa kecepatan air bah tsunami mampu mengalahkan kecepatan pesawat jet, sekitar 500 hingga 1000 km/jam! Ketika mendekat ke pesisir lautan, kecepatannya memang sedikit berkurang, namun ketinggian gelombangnya bertambah hingga belasan meter. Tengok saja bagaimana dahsyat dan tingginya gelombang tsunami yang menghempas Sendai, Jepang pada 2011 silam.

Di Indonesia, bencana tsunami abad modern seperti sekarang ini memang identik dengan fenomena bencana alam gempabumi. Masyarakat pun nampaknya sudah jamak mengenali ciri-ciri tsunami. Ketika gempabumi yang berepisentrum di bawah laut terjadi dalam magnitudo di atas 7 Skala Richter dan pusat gempamemiliki kedalaman tak lebih dari 30 Km dari permukaan laut, maka peringatan dini tsunami akan segera beredar. Tanda lain ketika fenomena bencana alam tsunami mengancamadalah ketika tak lama setelah gempabumi melanda, dan air laut surut sejauh lebih dari 100 meter, maka bersiaplah menjauh dari bibir pantai. Tanda air laut surut pasca gempabumi merupakan tanda nyata yang akan berwujud tsunami dahsyat tak lama setelahnya.

Sumber

Indonesia Daerah Gunung Api Aktif

20.16 Add Comment

Berbeda dengan fenomena bencana alam lain yang datang secara tiba-tiba, ancaman bencana alam gunung meletus setidaknya dapat diprediksi tingkah lakunya. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selaku Lembaga Pemantau Gunung Berapi di Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan status gunung berapi aktif di Indonesia berdasarkan alat pemantau yang dipasang untuk melihat tingkah polah gunung api. Jika gunung api menunjukkan aktifitas vulkanologi yang meningkat, maka perintah untuk evakuasi dan mitigasi bencana dapat segera dikeluarkan demi meminimalisir dampak bencana alam gunung meletus.

Lihat derita berkelanjutan yang terjadi pada masyarakat di sekitar gunung Sinabung, Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. gunung api purba yang mendadak aktif kembali di tahun 2010 itu terus aktif dan memuntahkan isi perutnya tanpa henti. Tercatat letusan Sinabung telah terjadi sejak September 2013 dan belum berhenti hingga kini di penghujung semester I 2015. Luncuran awan panas serta guguran lava pijar yang tiada henti keluar dari puncak Sinabung sejak 2010 silam hingga detik ini telah menyebabkan 21 desa dan 2 dusun harus diungsikan.

Negeri ini punya julukan khusus, rings of fireatau negeri cincin api. Kondisi geografis alam Indonesia yang dikelilingi oleh tiga lempeng aktif Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik yang tak menentu persis di bawah permukaan negeri menjadi berkah kesuburan alam sekaligus ancaman nyata. Rangkaian gunung api yang menjajar dari sisi barat Sumatera hingga Nusa Tenggara lalu menggaris ke utara di Sulawesi dan Maluku bagian utara merupakan hikmah kesuburan alam negeri ini. Di satu sisi, gunung api aktif membawa kesuburan tanah bagi segenap entitas tumbuhan dan tanaman pembawa manfaat. Namun di sisi lain, gunung api aktif pun menjadi ancaman gunung meletus bagi kelangsungan hidup masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api.

Serupa dengan Sinabung, aktivitas gunung api di pulau Jawa pun tak bisa dianggap abai. Justru aktivitas gunung meletus di Jawa jauh lebih kompleks, ada sekitar 45 gunung api aktif di Pulau Jawa. Pulau Jawa menjadi lokasi di mana rangkaian rings of fire menyesak berjajar dari gunung Krakatau di sisi barat, Salak, Gede, Papandayan, Galunggung, Ciremai, Slamet, Merapi, Sindoro, Dieng, Kelud, Semeru, Raung, Arjuno, Ijen, Tengger, Raung dan Baluran di sisi timur. Dua gunung api super aktif yang patut di waspadai adalah Merapi dan Kelud. Catatan pergerakan vulkanis gunung api Merapi dan Kelud dalam 100 tahun terakhir dan kondisi geografis Merapi dan Kelud yang berada di area padat penduduk menjadi ancaman nyata.

Pada dasarnya, upaya pencegahan ancaman bencana alam gunung meletus di Indonesia dikatakan berhasil apabila mampu memberikan peringatan dan melakukan evakuasi dini bagi penduduk yang berada di wilayah sekitar gunung api. Padatnya kondisi pulau Jawa yang memaksa penduduk mendiami wilayah rawan aktiftas vulkanologi perlu mendapat perhatian khusus, apalagi banyak wilayah Kota besar di Pulau Jawa yang berlokasi amat dekat dengan ancaman bencana alam gunung api. Sebut saja kota Yogyakarta dengan Gunung Merapinya, dan Kota Kediri-Tulungagung-Malang dengan Gunung Keludnya.

Sumber

Filipina dihantam Badai Noul

20.59 Add Comment

Badai Noul Hantam Filipina, Ribuan Orang Mengungsi
FILIPINA – Kepala pertahanan sipil regional, Norma Talosig, mengatakan lebih dari 1.680 orang di Provinsi Cagayan diperintahkan untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Apabila ditambah dengan penduduk dari Provinsi Isabela, jumlah pengungsi diperkirakan mencapai sedikitnya 2.500 orang.
Meski demikian, Talosig menduga masih ada sejumlah orang yang enggan meninggalkan rumah mereka demi melindungi harta dan lahan pertanian.
Badai Noul yang membawa angin berkecepatan 220 kilometer per jam menghantam bagian utara Filipina sehingga menyebabkan ribuan orang dievakuasi.
Aparat Filipina mengaku tidak mau mengambil risiko mengingat Filipina pernah dihantam Badai Haiyan pada 2013 lalu yang mengakibatkan lebih dari 7.000 orang tewas.
“Ini adalah badai yang sangat berbahaya, yang terkuat sepanjang tahun ini,” kata Rene Paciente, kepala departemen cuaca maritim Filipina.
Sejauh ini, badai tersebut telah memutus aliran listrik dan menimbulkan potensi banjir bandang dan longsor.
Kemudian sebanyak 100 kapal yang mengangkut lebih dari 5.000 penumpang tertahan di pesisir timur dan tidak bisa merapat ke pelabuhan karena gelombang laut yang tinggi.
Badan Meteorologi dan Geofisika Filipina memperkirakan Badai Noul akan bergerak ke utara menuju Taiwan dan bagian selatan Jepang. News

Banjir, Tangerang mengungsi

00.33 Add Comment

TANGERANG –Meski sebagian wilayah banjir di Jakarta mulai surut sejak Kamis malam, namun aktivitas evakuasi Aksi Cepat Tanggap (AC) terus berlanjut. Kali ini Tim rescue unit Disaster Emergency Responses (DER) – ACT melakukan evakuasi korban banjir di beberapa desa di wilayah Kabupaten Tangerang, Jum’at (13/2).
Pada Jumat pagi hingga siang, tim rescue DER yang dipimpin oleh Asep Almahdi melakukan evakuasi warga Kampung Pondok, Desa Jenggot, Kecamatan Mekarbaru Kabupaten Tangerang. Sebagian dari warga masih terjebak banjir hampir sepaha orang dewasa di dalam rumah-rumah dan meminta evakuasi ke sejumlah titik pengungsian di Desa Jenggot.
Di sela evakuasi tim juga sempat melakukan assessment kepada warga yang telah berada di beberapa tempat pengungsian seperti masjid dan bangunan sekolah dasar di sekitar lokasi banjir. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan masih minimnya bantuan logistik atau makanan siap santap yang bisa mereka konsumsi di pengungsian. Bantuan dari pemerintah kabupaten terasakan manfaatnya oleh mereka.
Selain minimnya bantuan logistik makanan, para pengungsi yang sebagian besarnya sudah berada di pengungsian sejak senin malam (9/2) mulai mengeluhkan gangguan penyakit kulit. “Ya Pak, banyak pengungsi di sini yang ngeluh mulai merasakan gatal-gatal di kulit,” tutur salah seorang warga yang menolak disebut namanya.
Menindaklanjuti minimnya bantuan makanan siap santap bagi warga, ACT melalu Sentra Dapur Sosial mulai Jum’at kemarin telah mengirimkan paket nasi kotak ke sejumlah desa di Kabupaten Tangerang. Diantaranya ke Desa Jenggot dan dan juga beberapa desa di Kecamatan Kemiri. Lebih dari empat ratus nasi kotak telah terdistribusikan ke beberapa desa di kabupaten ini.
Para pengungsi di Desa Jenggot ini selain mengungsi di masjid-masjid dan sekolah, juga mengungsi di pinggir jalan dengan hanya beralaskan tikar dan beratapkan tenda. Ini tentu jauh dari sehat dan menyamankan, mengingat hujan dengan intesitas ringan hingga sedang masih kerap turun di wilayah ini. Beberapa jalan akses menuju desa yang posisinya lebih tinggi dari pemukiman juga masih tergenang air setinggi 15 cm.
Sementara itu, Insan Nurcohman Direktur Direktorat Disaster Emergency & Relief Management (DERM menyatakan, pada Sabtu pagi hingga siang hari ACT bekerjasama dengan Bakrie Group akan melakukan pelayanan kesehatan di posko induk Kemiri, Tangerang. Dengan kekuatan 5 dokter lengkap dengan obat-obatannya, pelayanan kesehatan ini siap melayani 300- 500 pasien. (nay/bt)
SUMBER

Gempa Kedua Nepal

00.32 Add Comment

KATHMANDU – Distrik Dolakha di utara yang berdekatan dengan Distrik Sindhupalchok menjadi distrik yang paling parah terkena dampak. Baik jumlah korban jiwa, luka maupun kerusakan bangunan. Menurut laporan National Emergency Operation Center (NEOC), 5 bangunan runtuh dan 12 lainnya rusak parah d Dolakha.
Jumlah korban akibat gempa 7,3 SR   yang berpusat di satu titik antara Jhyakusuri dan Chilangakhhako, Distrik Dolakha, Selasa kemarin, Rabu (13/5) ini bertambah menjadi 67 orang. Sementara untuk  korban luka tercatat 1.261 orang.
Gempa kemarin juga berdampak ke 32 distrik di Nepal. Tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan luka namun juga kerusakan sejumlah rumah serta bangunan lainnya. Bahkan di beberapa desa di beberapa distrik rumah-rumah yang mengalami rusak sedang (diberi bendera kuning) atau ringan (bendera hijau), kini hancur akibat guncangan gempa yang terjadi pukul 12.54 waktu Nepal, Selasa kemarin. (bambang triyono)

SUMBER