5 Jenis Makanan yang Terancam “Punah” akibat Musim Kemarau Panjang

21.04 Add Comment

sampai kini isu mengenai kepunahan merupakan sepenuhnya milik jenis-jenis hewan endemik atau hewan-hewan yg mempunyai habitat kusus cuma di satu daerah tertentu. Sepanjang bergulirnya pemberitaan alat, isu berkenaan punahnya satu buah spesies sanggup dijamin spesies tersebut yakni tipe hewan maupun sejenisnya. Tapi pernahkah terbersit dalam benak Kamu dengan cara apa jadinya jikalau yg terancam punah yaitu type makanan?

Dengan Cara Apa bisa jadi makanan akan punah? Lebih-lebih apabila makanan yg terancam punah yaitu makanan basic, bukan makanan hasil olahan. Tidak sempat terbayangkan diawal mulanya bukan?

Tetapi nyatanya ancaman tersebut bukanlah isapan jempol semata. Punahnya makanan merupakan ancaman serius yg menghadang di depan mata. Apa penyebab utamanya? Perubahan cuaca global atau isu berkenaan “Climate Change” diprediksi jadi penyebab mutlak yg sanggup mengintimidasi hilangnya atau punahnya sebuah kategori makanan tertentu yg akrab di mulut warga dunia.
Prosesnya dapat berjalan seperti ini; tatkala satu dekade ke depan diprediksi jadi musim krusial perubahan suhu Bumi dengan cara global. Perubahan iklim yg berupa menghangatnya suhu Bumi rawan berpengaruh pada pertanian, peternakan, juga perkebunan buah-buahan di semua belahan dunia.

Simpulan akhir dari laporan ke3 perubahan iklim dari IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) dilansir oleh page National Geographic menimbulkan kenyataan menghangatnya suhu Bumi skala global dapat menciptakan sekian banyak kategori tanaman pertanian susah bertumbuh. Belum lagi ditambah potensi rangkaian bencana epik juga sebagai efek dari perubahan ekstrem iklim & suhu Bumi seperti : banjir bandang, badai salu, kekeringan massal, gelombang panas, & kacaunya jadwal musiman.

Mengutip keterangan David Wolfe, guru gede holtikultura di Cornell University, Ithaca, New York sekaligus serta anggota komite Cornell’s Institute for Climate Change and Agriculture menyampaikan ada empat product makanan yg paling mutlak yg menghadapi ancaman utk bertumbuh ditengah perubahan iklim yg makin sadis :

1. Buah alpukat
Alpukat yaitu salah satu kategori buah-buahan yg jadi komoditas utama dunia. Di belahan dunia manapun, alpukat jadi primadona juga sebagai campuran makanan, minuman maupun jus buah. Tetapi kekhawatiran bakal pasokan alpukat yg makin menipis sudah jadi isu global. Buah alpukat cuma akan tumbuh di area bersama kelembaban yg sedang. Apabila kekeringan melanda makin parah, bukan tidak mungkin saja alpukat dapat makin susah diproduksi & mencapai kelangkaan.

2. Kacang almond
Dalam proses tumbuh kembangnya, pohon almond mirip dgn pohon kacang-kacangan lain. perlu periode dingin yg panjang (temperatur dibawah 45 derajat Fahrenheit). Tapi sekarang ini, kacang suhu dingin yg panjang jadi makin langka. Gelombang panas ekstrem yaitu momok menakutkan bagi tumbuh kembangnya tanaman kacang-kacangan.

3. Anggur atau wine
Daratan Eropa ialah kawasan yg hidup dari & buat wine, anggur jadi minuman yg sangat digemari bahkan sudah jadi bidang dari hidup sebahagian agung warga Eropa. Tapi masa panas yg berjalan makin panjang & terik sanggup memengaruhi mutu hasil kebun anggur. Kebun anggur paling baik tumbuh di wilayah dataran tinggi yg sejuk.

4. Susu sapi
sejauh ini didapati bahwa sapi hidup ditengah kesejukan alam gunung & dataran tinggi. Alasannya gampang, butuh suhu optimal yg sejuk khas wilayah pegunungan utk memproduksi susu bersama mutu baik. Yakni lebih kurang 40-70 derajat Fahrenheit. Tapi ditengah kepungan gelombang panas yg merata di wilayah tropis dunia. Bukan tidak kemungkinan seandainya nantinya susu sapi dapat makin langka, sebab susu sapi paling baik cuma mampu didaparkan dari daerah-daerah yg betul-betul bercuaca dingin. (CAL)
Sumber

Terkuak, Gelombang Panas Ekstrem Penyebab Utama Punahnya Satwa Purba

21.03 Add Comment

Tatkala sekian banyak dekade terakhir, kepercayaan ilmiah kita sudah menggiring kepada satu pendapat bahwa punahnya satwa purba era es seperti Mammoth berjalan akibat derasnya cuaca dingin yg melanda habitat asilnya. Cuaca dingin yg menusuk tulang tidak bisa ditahan oleh lebatnya bulu yg menutupi badan mammoth, sampai hasilnya nenek moyang gajah itu punah ribuan thn dulu.
Tapi kenyataan terkini rupanya bicara lain, para peneliti sekian banyak dikala dulu cobalah lakukan riset mendalam buat mengungkap fakta apa yg berjalan kepada bumi terhadap era es terakhir.

Simpulan riset itu rupanya menunjukkan fakta yg berbalik 180 derajat & membantah kepercayaan publik diawal mulanya. Sanggup disimpulkan bahwa pemanasan kepada suhu & iklim Bumi jadi penyebab kepunahan massal satwa bertubuh akbar di era dulu.

Dikutip dari page National Geohraphic, tim yg terdiri dari ilmuwan dari University of Adelaide & New South Wales Australia ini menemukan bahwa pemanasan ekstrem yg berjalan seketika di nyaris semua belahan Bumi terekam terhadap era es terakhir, adalah era pleistosen (60.000-12.000 th dulu)
Riset mendalam itu dilakukan bersama kiat menganaliis struktur DNA (deoxyribonucleic acid) purba, laksanakan analisis jejak penanggalan karbon, perbaikan resolusi data suhu dari dikala ke ketika, sampai jumlahnya data geologi sekunder yg tersimpan di rak buku atau di museum. Akhirnya lumayan mengejutkan bahwa pemanasan Bumi dalam dikala singkat tapi ekstrem sudah mengubah drastis pola hujan & wujud vegetasi.

Tapi masih saja, dibalik derasnya perubahan iklim Bumi yg jadi makin panas ribuan th dulu, punahnya spesies purba seperti mammoth & spesies lain penghuni era es juga disebabkan gerakan manusia yg semakin meningkat. Padahal komune mereka (mammoth) telah berada dalam tekanan alam dikarenakan perubahan iklim.

Mayoritas fauna berbadan agung khas era es hidup di era es terakhir. Di akhir musim hayatnya, kira kira 12.000 thn dulu mereka hidup berpindah-pindah dengan cara grup. Desakan perubahan alam memaksa mammoth meninggalkan habitat awalnya utk mencari ladang makanan baru. Sampai hasilnya gerakan manusia yg konsisten memburu & memburu tidak dengan memikirkan efek tidak baik kepada populasinya perlahan menghilangkan mammoth dalam peta ketajiran fauna global.

Keadaan yg mirip di era ini sedang berlangsung serta kepada spesies beruang kutub. Perubahan iklim global & bencana gelombang panas yg mengintimidasi seluruhnya bidang bumi semakin memojokkan beruang kutub terhadap nasib hidup & mati.(CAL)
Sumber

Menyusun Solusi Atasi Bencana Kekeringan

21.00 Add Comment

Masa kemarau panjang th ini nampaknya telah sejak mulai melekat dalam keseharian warga Indonesia. Ancaman kekeringan panjang yg setidaknya terjadi sampai akhir Nopember kelak mulai sejak disikapi bersama ikhlas meski derita menghadang. Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bahkan sudah rilis data bahwa pulau Jawa, Bali, & Nusa Tenggara diperkirakan dapat berada dalam penderitaan agung akibat kekurangan air sampai puluhan miliar m kubik. Defisit itu diprediksi tidak dapat menurun sampai 2020 ke depan jikalau tidak ada solusi jitu, krisis air di Jawa, Bali, & Nusa Tenggara dapat jadi makin parah & konsisten bertambah parah

Thn ini saja, seperti yg dilansir dari page CNN Indonesia, Pulau Jawa & Bali yang merupakan dua kawasan bersama komune terpadat di Indonesia mengalami kekurangan air se gede 18,79 miliar m kubik. Sementara itu, Nusa Tenggara mengalami defisit air sejumlah nol,44 miliar m kubik.

Menonton angka-angka mengkhawatirkan tersebut bukan berarti sudah pupus cita-cita dapat solusi atas bencana kekeringan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana & beraneka ragam stakeholder terkait miliki kewajiban mirip menyusun solusi paling efektif atas masalah kekeringan. Dikarenakan, kepentingan air ialah urusan vital, makin tidak sedikit jumlah warga dapat makin tingggi serta jumlah kepentingan air. Bila tidak diproyeksikan bersama baik, bukan tidak barangkali bencana kekeringan bakal beralih jadi bencana mematikan kepada sekian banyak thn ke depan.

Setidaknya ada sekian banyak solusi yg dinilai efektif meredam sesaat sambil memproyeksikan & mengukur kapasitas & kepentingan air bersih bagi penduduk Indonesia :

Solusi jangka pendek

Berkata urusan solusi jangka pendek, terkait bersama hal-hal teknis yg dilakukan buat mengantisipasi sementara masalah kekeringan. Kiat paling gampang ialah bersama laksanakan distribusi air bersih dgn tangki air, perbaikan pipa, pengerjaan sumur bor, pompanisasi, & pembangunan bak-bak penampungan air hujan. Kiat yang lain dapat juga dilakukan bersama menciptakan sumur resapan, pemanenan hujan, pembangunan embung, bahkan laksanakan rekayasa awan & membuahkan hujan buatan.

Utk sekadar ketahuan, sampai hri ini ada dana banyaknya Rupiah. 75 miliar di kantong Badan Nasional Penanggulangan Bencana yg dialokasikan utk pengadaan air bersih yang merupakan solusi jangka pendek. Ada juga tanggung jawab dari Kementerian Pertanian yg berencana membagikan 36 ribu satuan pompa air, traktor & perbaikan irigasi.

Solusi jangka panjang

Buat urusan solusi jangka panjang berada kepada tataran kebijakan politik & penanggulangan bencana yg lebih kompleks. Urusan ini perlu dana yg tidak sedikit & komitmen penuh. Caranya dilakukan dgn pembangunan waduk, pengelolaan Daerah Aliran Sungai, sampai mencakup konservasi tanah & air.

Berdasar laporan yg dilansir page CNN Indonesia, Kementerian Tugas Umum & Perumahan Rakyat pantas diawasi & didukung urusannya utk membangun 49 satuan waduk & 33 PLTA, melaksanakan pembangunan & peningkatan jaringan irigasi 1 juta hektar, & rehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi tatkala th 2015-2019.

Dua wujud solusi jangka pendek & panjang yg dipaparkan diatas setidaknya yaitu solusi yg sekarang telah terbayang alur, teknis, pun statusnya. Buat rekayasa technologi yg lebih modis mungkin saja sampai sekarang belum ada rencana & kapasitas yg mampu diterapkan buat skala nasional.(CAL)
Sumber

Ketahui Fakta Seputar Bencana Kebakaran Hutan di Indonesia

20.56 Add Comment


Masa kemarau panjang di Indonesia identik bersama masalah akut sekitar kebakaran hutan. Derasnya hujan yg biasa mengguyur bumi Nusantara seketika hilang tatkala sekian banyak bln di periode kemarau. Keadaan panas terik serta tetap ditambah serta dgn gelombang suhu panas yg datang dari arah selatan, dari gurun gersang ditengah benua Australia. Imbasnya, titik hotspot atau pemicu kebakaran menjalar hebat di bermacam wilayah hutan & lahan Pulau Sumatera sampai Kalimantan.

Bencana kebakaran hutan & lahan jadi satu dari sekian tidak sedikit keadaan yg ditakutkan imbas dari kemarau panjang. Kebakaran hutan & lahan ditempatkan di posisi ke-2 sesudah bencana kekeringan massal seandainya dipandang dari status darurat bencananya.

Berikut yaitu fakta-fakta sekitar bencana kebakaran hutan yg melanda Indonesia :

1. El Nino jadi pemicu jumlahnya kasus kebakaran hutan di Indonesia th ini
Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika) menyebut bahwa fenomena El Nino bakal melanda Indonesia sampai bln Nopember 2015. Akibatnya, awal masa hujan di sekian banyak wilayah Indonesia dapat mengalami kemunduran. Keadaan seperti inilah yg menyebabkan titik hotspot semakin bertambah seiring bersama keringnya air tanah di hutan & kumpulan dahan kering disekitar hutan Sumatera. Satu saja pemicu api muncul, sehingga kebakaran hutan bakal menjalar serentak.

2. Titik hotspot kebaran hutan terbanyak ada di Sumatera
Berdasarkan data dari pemantauan satelit modern(Terra-Aqua) kepada minggu dulu, jumlah titik api di Pulau Sumatera mencapai 308 titik. Rinciannya : Riau 122 titi, Sumatera Selatan 59 titik, Jambi 58 titik, Bengkulu 10 titik, Sumatera Barat 19 titik, Sumatera Utara 25 titik, Bangka Belitung 9 titk, Kepulauan Riau 1 titik, & Lampung 5 titik.

3. Faktanya 99% kebakaran hutan dilakukan bersama sengaja
Ini yakni kenyataan miris yg menyebut bahwa 99% kebakaran hutan di Indonesia yakni perbuatan sengaja yg dilakukan oleh warga kurang lebih ruangan hutan. Alasannya merupakan buat pembersihan lahan & perluasan tempat perkebunan. Parahnya, amat sering pembakaran hutan itu dilakukan sengaja tidak dengan ada izin pembukaan lahan dari Instansi Kehutanan terkait. Bahkan pembakaran hutan di Kalimantan sebahagian gede kasusnya jadi tanggung jawab dari tersangka illegal logging atau penebangan liar. Modusnya sanggup secara paling enteng adalah melempar puntung rokok atau obat nyamuk demikian saja di atas ranting kering. Perlahan api bakal tersebar agung sampai susah terkontrol.

4. Bencana kebakaran hutan di Indonesia sempat jadi kasus ketegangan internasional
Terhadap Mei-Juni 2014 silam, kejadian kebakaran hutan yg melanda Riau & sekitarnya sudah mengakibatkan protes keras dari negeri Singapura. Pasalnya asap pekat yg muncul dari hotspot kebakaran hutan mengalir deras sampai menutupi jarak pandang di Singapura. Kasus ini pernah memicu ketegangan internasional di wilayah perbatasan Indonesia-Singapura & dengan cara tak serentak sudah merusak citra Indonesia di mata negeri lain. (CAL)
Sumber

Terbukti, Bencana Kekeringan Masa Lampau telah Runtuhkan Peradaban

20.06 Add Comment
Percaya atau tidak, nyatanya bencana kekeringan yang kini merata melanda di Indonesia bahkan juga dunia bukanlah sebuah elemen yang aneh bagi peradaban umat manusia. Kekeringan sejatinya ialah fenomena alamiah yang rutin terjadi setiap beberapa periode. Disebabkan oleh tak sedikit sekali hal, terutama faktor perubahan cuaca dan pergerakan unsur alam seperti angin, laut, atmosfer, dan tentu saja sebab ulah manusia itu sendiri.

Pernahkah Anda membayangkan seperti apa dahsyatnya bencana kekeringan periode dahulu berabad silam? Buat didapati, kepada kurang lebih 3200 thn lalu atau sekira 1000 tahun lebih Sebelum Masehi (SM) ada catatan berkenaan runtuhnya sebuah peradaban kuno nan legendaris. Bukan hanya satu, tapi sekian tidak sedikit peradaban di pesisir pantai timur Mediterania.

Seperti yang dikutip dari artikel di laman National Geographic, satu buah studi tentang partikel serbuk sari purba dari sedimen yang membeku di dasar laut Galilee, Israel, telah memecahkan misteri berkenaan hilangnya peradan tersebut.

Kerajaan Hittite, Mesir di bawah kuasa para Pharao, budaya Mycenae di Yunani, kerajaan penghasil tembaga yang terletak di Pulau Siprus, emporium perdagangan akbar dari Ugarit di pantai Suriah, kota Kanaan yang berada di bawah hegemoni Mesir, menghilang. Hanya kurun saat sekian tidak sedikit saat, digantikan kerajaan-kerajaan wilayah zaman besi, termasuk juga pun Israel dan Yehuda.

Apa yang menyebabkan hilangnya peradaban makmur nan legendaris di sekitar mediterania tersebut hanya dalam beberapa diwaktu saja? banyak dalil telah meyakinkan bahwa peperangan, wabah penyakit, dan bencana alam mendadak, semuanya telah didalilkan sebagai penyebab yang barangkali atas lenyapnya peradaban-peradaban tersebut.

Namun nyata-nyatanya, satu orang periset di Institut Arkeologi di Universitas Tel AvivIsrael Finkelstein berhasil menemukan bukti kuat tentang penyebab hilangnya peradaban-peradaban itu. Finkelstein dan rekan-rekannya meyakini penyebab utama dari kehancuran peradaban pada zaman perunggu itu yaitu : Bencana Kekeringan.

Contoh serbuk sari yang diambil dalam rentang waktu cukup lama, merupakan hingga 40 tahun proses riset dapat memantau perubahan vegetasi pada 1000 abad lebih Sebelum Masehi. Serbuk sari yakni ‘sidik jari ‘ dari tanaman. Mereka teramat membantu dalam rekonstruksi vegetasi alami kuno dan kondisi iklim masa dahulu.

Berdasar simpulan penelitian, seputar kurun dikala 1250 SM, para ilmuwan melihat penurunan tajam pada vegetasi pohon ek, pinus, dan pohon carob serta sbg flora tradisional Mediterania di Zaman Perunggu Akhir. Namun adanya peningkatan tipe tanaman rata-rata ditemukan di daerah gurun semi kering.

Ada juga penurunan dalam jumlah akbar terhadap pohon zaitun, perihal ini yakni indikasi bahwa hortikultura itu semakin menyusut. Semua tanda-tanda menunjukkan bahwa wilayah itu dalam cengkeraman kekeringan yang terjadi bersama trick teratur dan berkelanjutan.

Imbasnya ialah satu buah suksesi atau rangkaian kekeringan parah selama 150 tahun dari periode 1250 SM hingga lebih kurang 1100 SM. Simpulan itu dipercayai yg adalah dikala yag cukup tepat dikarenakan berasal dari sampel inti yang dibor ke dalam sedimen di dasar laut Galilee. Inti bor diperpanjang 18 meter ke dasar laut dan melintasi beraneka ragam ragam sedimen yang diendapkan selama 9.000 thn terakhir. Namun, Finkelstein dan timnya hanya memfokuskan terhadap rentang musim 3200 SM dan 500 SM. Tahun di mana berlangsung kejadian aneh runtuhnya beraneka peradaban di pesisir mediterania.

Jika memang lah betul terbukti, dahsyat betul efek bencana kekeringan bagi satu buah peradaban. Konsisten waspada dan arif serta dalam melihat gejala alam.(CAL)

Tengok Kisah Pilu Warga Gunung Kidul Hadapi Kekeringan

20.05 Add Comment


Thn ini, bencana kekeringan memang lah merata nyaris di seluruhnya Propinsi di Indonesia. kemarau panjang sudah sebabkan jutaan derita penduduk di pelosok-pelosok negara, tepian negara yg tidak terdengar & tidak terjamah lirikan mata Pemerintah Daerah. Dari sekian tidak sedikit kisah pilu mengenai derita menghadapi kekeringan, ada suatu kesimpulan narasi dari Bumi Ngayogyakarta Hadiningrat. Narasi heroik sekaligus miris mengenai penderitaan panjang penduduk Gunung Kidul, Yogyakarta dalam mengais tetesan air bersih utk menambahkan hidup

Yogyakarta, yang merupakan satu kota di pesisir pantai selatan, pun tidak luput dari rangkaian bencana krisis air akibat periode kemarau panjang. Apalagi apa yg dirasakan oleh masyarakat Gunung Kidul. Wilayah gersang batu kapur & batuan purba yg tidak sedikit mendominasi Gunung Kidul tatkala ini sudah menjadikan kota perbukitan di sebelah timur Kota Djogja ini yang merupakan salah satu wilayah darurat kekeringan & krisis air bersih.

Gelombang kemarau thn ini yg menyerang lebih ganas di bandingkan tahun-tahun diawal mulanya serta makin memperparah daya tahan penduduk Gunung Kidul kepada derita kekeringan. Sampai hri ini, masyarakat di sekian banyak dusun di Gunungkidul terpaksa mengandalkan air sungai buat kebutuhan minum & mandi.

Alasannya serta miris, Air sungai jadi andalan karena harga air bersih yg dipasarkan pihak swasta lewat tangki-tangki keliling terlampau mahal. Terkecuali itu, tak seluruhnya wilayah dusun di Gunungkidul yg dilewati oleh jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Dilansir oleh page CNN Indonesia, satu wilayah yg jadi area pass parah terdampak bencana kekeringan ada di Dusun Bulurejo, Desa Monggol, Kecamatan Saptosari. Dari 257 kepala keluarga, cuma 25 % yg mempunyai meteran air PDAM.

Keadaan hidup di bawah garis kemiskinan jadi argumen mutlak yg memaksa penduduk buat menerima kenyataan bahwa masyarakat tak dapat utk membayar instalasi PDAM.

Selagi krisis air terjadi, sebanyak masyarakat yg tidak sanggup membayar akses PDAM cuma ‘meminta’ air terhadap masyarakat lain yg membeli meteran PDAM. Terkecuali itu, sekian banyak masyarakat serta ada yg pilih buat membeli air bersih dari truk swasta yg berkeliling kampung jual air bersih. Harganya? Janganlah kaget kalau harga air yg dipasarkan melalui truk justru lebih mahal dua kali lipat dari harga air PDAM. Yaitu kira kira Rupiah 125 ribu pertangki dgn kapasitas 5 liter air.

Mirisnya, bagi penduduk dusun yg mayoritas petani gaplek (singkong) anggaran tersebut teramat mahal, alhasil saat tidak ada hasil dari pertanian, mereka dapat jual ternak buat mencari anggaran beli air bersih selagi kemarau.

Bahkan pilihan terakhir yg cuma-cuma tetapi perlu tenaga yg lebih ekstra yakni dgn berlangsung sejauh 4 kilo meter menuju Sungai Gowang di desa Giring buat sekadar mandi & membawa sejerigen air utk minum.

Seseorang penduduk masyarakat RT 09 Dusun Bulurejo, seperti yg dikutip dari page CNN mengemukakan bahwa Dia sanggup meghabiskan seputar 9 tangki air buat persediaan masa kemarau. Terlebih air PDAM nyatanya tidak jarang mampat, hasilnya tidak sedikit penduduk yg lebih pilih membeli air tangki dari pengecer truk air yg terang jauh lebih mahal harganya. (CAL)


Sumber

Tanda Tanya Mengapa di Musim Kemarau bisa Turun Hujan?

20.05 Add Comment


Masa kemarau di Indonesia tetap tetap berjalan. Sejak sekian banyak bln dulu, fase kemarau ini sudah memupuskan angan-angan tidak sedikit orang bakal turunnya hujan. Kemarau ditambah dgn pergerakan angin muson dari Australia yg mengambil hawa panas, juga fenomena El Nino yg meniupkan uap air embrio hujan jauh sampai ke Pasifik sudah memicu bencana kekeringan massal di Indonesia.

Sebabnya cuma satu : telah sejak tiga bln dulu hujan deras yg mengguyur basah malas utk turun di sebahagian agung negara ini. Entah secara apa sanggup terbentuk kumpulan awan hujan di langit Indonesia.

Tapi nyatanya keajaiban juga seketika muncul. Masihlah ingat dgn munculnya hujan deras yg mengguyur Bogor & sekitarnya merata berturut-turut sejak Sabtu minggu dulu sampai Selasa tempo hari? Ya, kejaiaban Allah itu nyata. Usut miliki usut nyata-nyatanya, hujan deras yg mengguyur sekian banyak hri dulu bisa saja akbar yakni jawaban dari Sang pemilik alam semesta ini sesudah ribuan masyarakat Bogor menggelar shalat Istisqa (shalat meminta hujan) berjamaah.

Nah bila dijelaskan dengan cara ilmiah, nyata-nyatanya hujan di periode kemarau itu memang lah akan dijelaskan teorinya. Berdasarkan terhadap lansiran page Kompas.com sekian banyak kala dulu, Kepala Subbidang Berita Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika Hary Tirto Djatmiko memaparkan satu simpulan : Periode kemarau bukan berarti tak ada hujan. Potensi hujan itu menyangkut dgn cuaca, bukan masa.

Menjadi hujan di bulan-bulan kemarau benar-benar bisa saja saja berlangsung, dikarenakan hujan itu menyangkut bersama aspek cuaca. Parameter cuaca yg beri dukungan terjadinya hujan antara lain suhu, tekanan, & kelembaban.

Apabila seluruh parameter pembentuk hujan itu tercukupi, sehingga bukan tidak mungkin saja hujan dapat turun bersama intensitas sedang sampai lebat dalam sekian banyak hri. Terlebih seperti yg didapati, potensi hujan utk kawasan Bogor & sekitarnya benar-benar tinggi. Dikarenakan itulah Bogor acapkali dinamakan yang merupakan Kota Hujan.

Tapi masihlah saja, masa kemarau tidak dapat menyebabkan hujan deras berjalan lama sampai mengguyur basah & sebabkan banjir. Lantaran seluruhnya keadaan atmosfer, angin, suhu, kelembaban & tekanan di masa kemarau mengarah terhadap kecenderungan gersang & tandus. Mengambil hawa panas dari segi selatan Indonesia, dari gurun gersang di Australia menuju ke pantai Pasifik.

Apalagi, th ini Indonesia memasuki fase datangnya fenomena El Nino. Dikala memasuki gejala El Nino, aliran massa uap air dari Indonesia mengalir ke Samudera Pasifik, akibatnya berlangsung pengurangan pasokan uap air di wilayah Indonesia. Padahal pasokan uap air yg melimpah di Indonesia merupakan pemicu turunnya hujan deras.

Apabila uap air menyusut, cuaca di Indonesia condong dingin & kering. El Nino bakal menyebabkan fenomena Kemarau berkepanjangan tergantung seberapa akbar intensitas El Nino tersebut, jikalau El Nino berada terhadap skala kuat (Strong El Nino) sehingga dapat berdampak segera terhadap bencana kekeringan & kebakaran hutan, seperti yg sedang berlangsung sekarang. (CAL)

Sumber