Distribusi Qurban: Ketika Ribuan Senyum Tercipta di Tanah Lebak Banten

23.41 Add Comment

Apa yg cepat terbersit dalam benak kala mendengar nama Lebak? Belum terlepas dari ingatan, disaat itu alat lokal bahkan internasional ramai-ramai mencuatkan isu menyangkut keadaan jembatan dari seutas tali yg rubuh bertahun-tahun tidak diperbaiki, jembatan itu ada di Kab Lebak. Sehari-hari jembatan dilewati oleh masyarakat, sampai anak sekolah bak pemeran Rambo menyebrangi sungai cuma dgn meniti seutas tali.
Ternyata keadaan yg begitu memang lah betul tetap berlangsung di Lebak. Bagaimanakah keadaan infrastruktur yg timpang & kemiskinan yg terserak merata nyaris di semua Kab Lebak sudah menyita perhatian alat & warga. Menampar nurani, membangkitkan empati.
Lebak, satu buah Kab yg masihlah berada dalam perkembangan ekonomi & infrastruktur yg belum merata. Padahal sesungguhnya jarak dari Lebak dgn pusat pemerintahan di Ibukota Jakarta cuma terpaut tidak lebih dari 2 sampai 3 jam perjalanan. Tetapi kemiskinan & infrastruktur yg tertinggal jauh dari ingar-bingar ibukota terasa betul waktu memasuki wilayah Lebak. Cuma sekadar Jalan kampung yg apik beraspal & sebatang-dua batang sinyal telpon genggam tidak lebih dari angan di siang bolong bagi tidak sedikit kampung di Kab Lebak.
Bertolak dari ironi yg menyentil empati itu, visi Global Qurban utk bebagi qurban share kebahagiaan sampai ke pelosok negara Alhamdulillah tuntas ditunaikan di Kab Lebak. Sabtu (26/9) Global Qurban yg bermitra bersama Bank BII Syariah selesai menyembelih & mendistribusikan jumlahnya 5 ekor sapi di wilayah Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kab Lebak, Banten.
Kelima ekor sapi itu disembelih & diproses serta-merta oleh beberapa ratus penduduk Sindangsari. Kelihatan terang macam mana nilai gotong royong masihlah teramat lekat dalam keseharian & tradisi masyarakat Sindangsari. Mulai Sejak dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan, sampai distribusi qurban dikerjakan seluruh oleh beberapa ratus penduduk dari bermacam macam kampung di Desa SIndangsari.
Mereka berbaur, bekerja sama, tapi mereka yg tidak bekerja terus sanggup tertib & patuh aturan menunggu seribu lebih paket daging qurban selesai dibungkus. Sungguh suasana yg syahdu & langka kalau di bandingkan dgn budaya nihil toleransi & gotong royong ala warga Ibukota. Ruangan penyembelihan & pemrosesan daging qurban yg berada di tengah sawah luas di pinggiran sungai desa Sindangsari serta semakin menambah teduh suasana penyembelihan & distribusi daging qurban. Lima ekor sapi yg berasal dari donatur Ikatan Keluarga Muslim (IKM) BII Syariah itu membuahkan sekira 1100 kantong daging qurban.
Menjelang matahari terbenam di ufuk barat, semua proses distribusi daging qurban tuntas dikerjakan. Seribu lebih kantung dibagikan terhadap seputar 920 rumah masyarakat & seratus lebih panitia di 7 kampung Kelurahan Sindangsari, yaitu Kampung Sanding, Kampung Teras, Kampung Bubur, Kampung Sawah, Kampung Sangiang, Kampung Sumandang, & Kampung Ciomas.
Busro, Kepala Desa Sindangsari mewakili warganya mengucap syukur yg terhingga. Dia bicara, hasilnya doa & cita-cita sekira 3.200 penduduk Sindangsari sukses dikabulkan di idul adha th ini. “Alhamdulillah seluruh kampung dapat merasakan nikmatnya daging Qurban. Padahal pada awal mulanya, satu ekor kambing qurban juga dibagi merata ke beberapa ratus rumah penduduk. Cuma satu tusuk sate yg rata rata dibagikan pada masyarakat SIndangsari. Nikmatnya daging benar-benar jadi factor yg langka bagi masyarakat di sini, ucapan syukur yg konsisten mengalir sebab thn ini BII Syariah & Global Qurban mampu menyempatkan sharing bahagia di desa kamu” ungkapnya.
Sementara itu, sebelum proses penyembelihan qurban, sekian banyak perwakilan dari BII Syariah yg menyempatkan buat bersilaturahim datang di tengah-tengah masyarakat Sindangari pernah terperanjat bersama proses penyambutan tamu khas budaya lokal Sindangsari yg luar biasa meriah. Bagaikan arak-arakan pengantin baru, perwakilan dari BII & Global Qurban berlangsung berarak bersama tabuhan rebana yg bersahutan dari mushola Kampung Sanding menuju suatu arena lapang mungil kumplit dgn panggung & tenda. Suatu latar panggung bertuliskan “Kenduri Raya Idul Adha” jadi identitas program sambutan dari warga Sindangsari buat BII Syariah & Global Qurban.
“Banyak sekali narasi bahagia yg mampu kami bagikan kepada kawan-kawan BII Syariah di Jakarta, kami merasakan bahwa qurban tidak cuma sekadar sharing daging qurban lantas pulang tidak dengan mengambil kesan, tapi lebih dari itu. Di tempat ini, warga desa Sindangsari mengambil kami merasa qurban ialah momentum silaturahim. Mengenal tidak sedikit saudara baru yg punyai semangat gotong royong luar biasa, faktor yg langka bagi kami penduduk Jakarta,” ungkap Marsif Almaidy, Ketua Ikatan Keluarga Muslim BII Syariah. (cal)

Begini Dampak Buruk jika Kerusakan Hutan Masih Terus Berlanjut

23.37 Add Comment


Sekian Banyak bln terakhir, bencana kebakaran hutan konsisten melalap & mengambil informasi tidak baik bagi jutaan masyarakat Sumatera & Kalimantan. Luasnya ruangan kebakaran hutan semakin menyulitkan operasi pemadaman. Akibatnya, hutan tetap terbakar, merambat makin meluas, mengambil kabut asap yg begitu pekat di Propinsi Riau & sebahagian agung wilayah Kalimantan.
Terbakarnya tempat hutan di Sumatera & Kalimantan terang menambah gede angka luasan wilayah hutan di Indonesia yg rusak. Padahal, menurut salah satu aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) seperti yg dikabarkan CNN Indonesia, rusaknya hutan mampu jadi salah satu penyebab dari datangnya penyakit bagi manusia. Kepada dasarnya seluruhnya faktor di alam semesta ini memang lah mempunyai keterkaitan, kalau hutan juga sebagai salah satu sektor di dalamnya makin rusak, sehingga bakal berhubungan segera bersama keadaan manusia di dalamnya.
Mirisnya, kerusakan hutan & kerusakan lingkungan terhadap skala yg lebih gede paling sering berjalan akibat dari ulah manusia itu sendiri. Tidak bisa dielak, tingkah laku manusia makin tidak mampu menghargai & menjaga alam. Budaya tidak kenal aturan di kota di bawa sampai masuk ke dalam hutan, ke atas gunung. Sampah berserak, api sengaja dinyalakan. Sehingga timbullah kebakaran hutan.
Dengan Cara Apa rusaknya hutan bakal berdampak jelek bagi manusia? berikut penjelasannya.
Seperti dikutip dari CNN Indonesia, waktu hutan itu rusak, sehingga oksigen terang bakal menyusut. Hutan punyai peranan utama bagi terjaganya kandungan oksigen di bumi. Masihlah teringat bagaimanakah pelajaran Ilmu Pengatahuan Alam di bangku sekolah basic dulu? Dulu kita sempat mempelajari menyangkut pepohonan yg mengeluarkan oksigen & selanjutnya menyerap karbon utk proses kehidupannya, berbanding terbalik dgn manusia yg membutuhkan oksigen & mengeluarkan karbon.
Apabila oksigen menyusut sehingga dengan cara automatic dapat mengurangi mutu hawa yg jadi kepentingan wajib manusia dalam proses kehidupan. Sehingga dari itu jadi wajar apabila kebakaran hutan di Riau & Kalimantan sudah menurunkan jauh mutu hawa.
Telah hutannya habis terbakar, mutu hawa pula semakin hancur bersama selimut tebal kabut asap yg amat sangat menyesakkan pernafasan. Sekian Banyak diwaktu dulu, angka Indeks Standar Pencemaran Hawa (ISPU) di Pekanbaru & sekitarnya bahkan telah menyentuh 3 kali lipat level berbahaya, ialah menembus 800 ISPU. Mutu hawa yg begitu dengan cara umum bisa menyebabkan ancaman kesehatan serius terhadap komune warga. Dampaknya mampu iritasi mata, batuk, dahak & sakit tenggorokan, sampai kegagalan pernafasan & risiko berbahaya bagi janin ibu yg hamil.
Apalagi lagi, ancaman berikutnya datang dari hama. Menurut Walhi, seandainya hutan sudah rusak sehingga hama yg berada di pedalaman hutan dapat bermigrasi mencari area baru. Dampaknya dapat amat merugikan kalau hama itu pindah & menyerang tanaman petani di kira kira ruangan komune penduduk. Jikalau telah begitu, kerusakan hutan telah memunculkan efek yg teramat agung bagi kehidupan manusia.
(CAL) img : greenpeace

Makna Qurban, Tak lagi Sekadar Memotong dan Membagikan Hewan Qurban

23.31 Add Comment

Terhadap rata-rata, peyelenggaraan qurban identik bersama trik tradisional yg sudah terjadi bertahun-tahun dulu, sebatas menunaikan pemotongan hewan qurban & membagikan daging utk yg memerlukannya‎. Tidak terpikir buat membagikannya ke tetangga desa, tidak terbayang saudara beda kota, propinsi, terlebih beda negeri.
Dulu saat ini, hadir penyelenggara qurban generasi baru : lebih mutakhir, meluaskan maslahat qurban melintas tidak cuma sebatas desa bahkan jadi medium diplomasi & advokasi. Apalagi lagi, pengadaannya didesain utk mampu me‎mberdayakan warga.
Sehingga urusan kurban terpilah jadi dua grup agung : tradisional (mendahulukan yg terdekat), & modern(lintas batas daerah bahkan batas negeri). Bagi yg lakukan dengan cara tradisional pasti sah-sah saja dikarenakan di sebanyak masjid atau lingkungan, kaum papa senantiasa ada. Tetapi bagi yg canggih, tetap berkembang bahkan mendayagunakan technologi komunikasi, menguatkan jaringan kemitraan sekaligus menguatkan komunitas-komunitas. Qurban di tangan manajemen mutakhir, tidak berlebihan seandainya aku katakan mampu jadi medium penumbuhan strategi membenahi peradaban.
Di tengah kutub tradisional & canggih, ada fakta di ke-2 pihak, pun kesempatan yg mungkin dapat menghambat perubahan. Perdana, ada tren peniruan kreatif, berlomba menaikkan kelas dinas jadi setara. ‎Apa yg menciptakan business dinamakan mutakhir, niscaya bakal ditiru, contohnya web, penetapan ikon, bahkan iklan & memproduksi film. Ini hikmah perkembangan technologi informatika. Di ranah ‘tradisional’ juga walau jangkauannya konsisten lebih kurang, edukasi & pertanggungjawabannya menggunakan tehnologi informatika.
Ke-2, ‎di ranah mutakhir, penyelenggara kurban kian aktif “berburu kesulitan” melayani “titik-tersulit” dimana calon mustahiknya diyakini dapat teramat terbantu dgn daging qurban. Semakin jauh, semakin susah, semakin mantaplah performa Instansi penyelenggara kurban. Perspektif seperti ini sadar atau tak, berjalan termasuk juga bagi Global Qurban (GQ)-ACT.
Hingga hri ini, Global Qurban di Jogjakarta distribusinya mencapai desa-desa terpencil yg terdampak kekeringan, diantaranya desa-desa di pegunungan Piyungan. Aku dapati mereka tidak membayangkan sanggup meraih daging qurban. Telah tentu, mereka bersyukur sekali.
Di sela distribusi, perbincangan bersama tokoh setempat, terungkap, bahwa penduduk lereng pegunungan Piyungan, Bantul teramat mengharapkan, ACT mampu memikirkan pertolongan pasca Idul Qurban. Sumur air, pangan & pembangunan ekonomi seperti bisnis ternak hewan diyakini cocok juga sebagai trik meningkatkan gaji keluarga mereka.‎
Wilayah Klaten & Magelang serta tidak luput oleh Global Qurban ACT. Kami mendistribusikan 500 kambing qurban & 38 ekor sapi qurban yg turut meramaikan suasana hri qurban thn ini. Wilayah kekeringan & kesusahan air bersih yg jadi sasaran distribusi, antara lain ‎Dusun Sanansari, Mojosari, & Umbulsari
Ada sepercik ekstrim perasaan, mula-mula rasa bahagia karena jumlah pequrban meningkat drastis di thn ini‎, maka impak pemberdayaannya pun meluas, berarti tidak sedikit orang mampu dibantu. Ke-2, rasa bersalah, dikala tidak sedikit kami dapati beberapa orang yg baru mula-mula kali menerima daging qurban; atau telah bertahun-tahun tiada pequrban atau panitia qurban mengirim daging utk mereka. Telah sehebat ini perkembangan umat Islam, telah demikian pesat angka kelas menengah muslim Indonesian, masihlah saja ada orang yg menyantap daging kurban baru perdana kalinya!
Jangan-jangan kita seluruh yg berpunya, para pengelola qurban mutakhir di mana-mana, di hati kecilnya justru menginginkan menemukan yg eksotis, yg tragis & mampu bikin nangis : ‎calon penerima qurban yg baru perdana kalinya menyantap daging sapi atau kambing!
Di situ rasa bersalah aku membubung. Mudah-mudahan sejak hri ini, di wilayah aku, di negara aku, di semua dunia, tidak ada lagi orang yg sedemikian sengsaranya, jangankan makan daging, utk sekadar sanggup bersi teguh hidup saja demikian berat! Keliru akbar jikalau kaum kaya-berpunya atau pejuang kemanusiaan punyai pikiran buat mampu senantiasa menemukan orang yg sebegitu sengsara maka mereka sanggup datang laksana penyelamat. Naudzu billahi mindzaalik. Ganti mindset kita saat ini!
Awal Purnama
Kepala ACT Cabang Yogyakarya
img : thejakartapost

3 Penyebab Terjadinya Tragedi Haji di Mina

02.36 Add Comment


Perayaan besar tahunan ibadah haji th 2015 tidak sedikit mengundang duka. Belum usai dunia membahas argumen dibalik terjadinya histori rubuhnya crane serasi di atas Masjidil Haram, publik kembali tersentak bersama berita duka dari kejadian fatal padatnya manusia di Mina, Arab Saudi. Insiden Mina sekali lagi terulang kembali, terinjak-injaknya jamaah haji di Mina sudah mengambil kematian beberapa ratus orang. Sedikitnya info terakhir sampai artikel ini diturunkan, korban tewas akibat tragedi di Mina mencapai 769 jamaah haji. Rata Rata dari mereka tewas sebab terdorong, terdesak, & hasilnya jatuh & terinjak oleh jamaah lain.
Selagi sekian banyak th terakhir, kejadian fatal di Mina yg tetap berulang jadi pertanyaan beraneka pihak. Keamanan jutaan jiwa jamaah haji yg berkumpul & bergerak dgn tidak boleh lagi dinomor duakan. Kejadian tempo hari jadi peringatan keras bagi Arab Saudi utk menyempurnakan seluruh perihal keamanan & keselamatan jamaah haji.
Meski sekarang ini proses penyelidikan tragedi Mina masihlah berjalan. Tetapi tidak sedikit pihak menganalisis berkenaan penyebab kenapa insiden Mina tetap saja berjalan? Biarpun Arab Saudi sudah membangun infrastruktur yg begitu masif di Kota Mina.
Berikut yaitu analisis 3 hal penyebab yg mengijinkan terjadinya tragedi haji di Mina, sebahagian data disadur dari rilisan CNN.
Terlampaui tidak sedikit komunitas jamaah haji di satu ruang & di dikala yg sempit
Faktanya, meski pembangunan infrastruktur supporter ibadah haji telah begitu hebat dibangun oleh Pemerintah Arab Saudi. Tapi konsisten saja komune jamaah haji tetap bertambah tiap tahunnya. Th ini saja ada lebih kurang 2 juta jiwa jamaah haji dari semua dunia yg berada di Makkah, bergerak dengan dalam satu ruang & disaat yg bersamaan. Prosesi haji sewaktu lima hri mesti dikerjakan berbarengan dalam area yg sama. Termasuk Juga ritual lempar jumrah yg bergerak melintasi Mina menuju jamarat dengan cara berbarengan. Akibatnya berjalan desak-desakan yg teramat parah & berdampak mematikan. Pembangunan infrastruktur Saudi dgn mendirikan jembatan Mina senilai US$1,2 miliar tidak berarti apa-apa jikalau tiada manajemen pergerakan jutaan manusia yg efektif.
Suhu Saudi yg panas sebabkan kelelahan jamaah haji
Masa kemarau thn ini yg bertepatan bersama prosesi ibadah haji terang menuntut kepentingan fisik yg kuat. Suhu siang hri di Saudi mampu menembus sampai 43 derajat celcius. Akibatnya mereka yg tidak kuat berdesakan & kelelahan hasilnya sanggup pingsan. Elemen inilah yg diperkirakan jadi satu penyebab insiden mematikan di Mina. Tidak Sedikit jamaah haji yg terdesak & hasilnya pingsan sebab kelelahan. Hasilnya ribuan orang terinjak injak oleh jamaah di belakang yg saling mendorong. Diwaktu telah terjatuh ditengah pergerakan ribuan orang, mungil bisa saja jamaah haji mampu terbangun lagi.
Perihal jamaah haji yg kurang pengalaman
Tidak sanggup dipungkiri, tidak sedikit jamaah haji terutama dari wilayah jauh di Asia yg menyempatkan ibadah haji jadi ibadah tahunan sekali seumur hidup. Tidak Sedikit dari jamaah haji menjadikan prosesi ibadah haji 2015 tempo hari yang merupakan pengalaman perdana kali seumur hidupnya. Akibatnya tidak sedikit jamaah haji kurang berpengalaman & hasilnya tersesat & kebingunan tidak mengikuti arah & instruksi resmi dari penyelenggara ibadah haji negaranya masing-masing. Kala mereka terjebak dalam puncak ibadah haji yg padat seperti kepada proses lempar jumrah. Satu kesalahan mungil saja dapat menciptakan kacau & kepanikan. Factor inilah yg berjalan terhadap insiden Mina tempo hari. Diperkirakan ada jamaah yg sedang bingung & salah belok melawan arah jalur jamaah haji yang lain. Hasilnya ribuan orang jamaah haji yg terjadi berdesakan menuju Mina berakhir mendadak, menyebabkan dorong-dorongan sampai ribuan orang terinjak-injak.(CAL)
img : ibtimes.co.uk

Begini Cara Pengungsi Rohingya Menyambut Idul Adha nan Berkah

23.07 Add Comment

Idul Adha Rohingya di Aceh
Kamis (24/9) cocok pukul 08.30 pagi Disaat Indonesia Barat, takbir perdana disusul oleh getaran takbir berikutnya bersahutan di komplek Integrated Community Shelter (ICS) ACT di Blang Adoe, Kuta Makmur Aceh Utara. Hri itu, tangisan haru & bahagia bercampur aduk dalam nuansa takbir yg menggema ke semua wilayah Blang Adoe. Tangis haru itu kelihatan terang dalam hati & raut wajah beberapa ratus orang pengungsi Rohingya. Thn ini, yakni peluang mula-mula mereka utk merasakan nikmatnya bahagia idul adha di negara orang, Aceh Darussalam. Usai khutbah shalat Idul Adha tuntas ditunaikan, beberapa ratus jamaah masjid Arakan di dalam ICS sontak langusng berjabat tangan, bepelukan, & bertangisan.
Rasa haru yg mereka rasakan yakni puncak dari segala emosi yg telah terpendam lama dalam hati. Th ini merupakan momen mereka mampu merayakan kumplit dua hri raya gede umat Islam dalam kebahagiaan & keamanan penuh. Sekian Banyak bln dulu, rasa bahagia mereka memuncak waktu merayakan hri raya Idul Fitri. Selanjutnya tempo hari, tangis haru juga meledak lantaran dapat merasakan bahagia dgn Idul Adha.
Pembuatan Shalat Idul Adha di shelter pengungsi Rohingya tidak sama dgn pembuatan Idul Adha di Indonesia kepada rata-rata. Muslim Rohingya di dalam shelter mengawali shalat Ied sejak pukul 08.30 WIB, atau tidak sama satu jam bersama diwaktu Shalat Idul Adha di Aceh yg terjadi pukul 07.30. sekarang mengikuti kebiasaan & rutinitas warga Rohingya di tanah kelahiran mereka, Rakhine, Myanmar.
Hafidz Yunus, yg serta pengungsi Rohingya bertindak sbg khatib shalat Idul Adha. Hafidz Yunus mengupas kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS & Nabi Ismail AS. Keikhlasan ke-2 nabi mengutamakan kecintaan terhadap Allah SWT maka perayaannya diikuti umat Islam sampai sekarang juga sebagai wujud ketaqwaan Pada-Nya.
Usai shalat, Tindakan Segera Tanggap menuntaskan bahagia mereka para Rohingya & masyarakat kira kira shelter di Blang Adoe dgn menyembelih keseluruhan banyaknya 41 ekor sapi di ICS. Usai penyembelihan, daging sapi qurban itu didistribusikan ke pengungsi Rohingya & sebahagian penduduk Aceh Utara & Lhokseumawe. Keseluruhan ada ribuan kantong daging yg didistribusikan merata buat pengungsi Rohingya & warga Aceh yg telah bahu membahu meringankan kehidupan muslim pengungsi Rohingya.
Di tengah malam diawal mulanya, takbiran di ICS serta diramaikan oleh para wanita Rohingya yg sibuk menyiapkan menu kusus utk menyongsong perayaan idul adha.
Seseorang penghuni Integrated Community Shelter (ICS) Humera Begum (15) tampak sibuk mengolah Lorifera. Tipe makanan berbahan basic tepung beras, satu buah masakan khas penduduk Rohingya utk menyongsong hri hri akbar Islam.
Demi masakan ini bahkan pengungsi Rohingya rela menggantikan pertolongan kain sarung dari donatur. Mereka mengolahnya bersama suasana kegembiraan menyongsong Hri Raya Idul Adha di sela-sela gema takbir.
Nyaris tiap-tiap pintu (keluarga) di ICS, sampai larut tengah malam, Rabu (23/9), sibuk memasak menu ini bersama membawa bahan bakar kayu dari apa yg ada disekitar area ICS. Mereka memasak diatas tungku berbahan batu atau bata yg sebahagian dilapisi tanah, berlokasi di depan shelter mereka masing-masing.
Sungguh suasana haru yg tidak mungkin saja mereka rasakan kalau tetap berada dalam derita penindasan di tanah kelahiran mereka, Bumi Arakan, Myanmar.
(CAL)

3 Fakta tentang Tragedi Haji 2015 di Mina

23.06 Add Comment

Kronologi Tragedi Haji di Mina
Hajatan agung ibadah haji 2015 kembali mengulang duka. Masihlah di ruangan mirip bersama tragedi haji yg berjalan sekian banyak th diawal mulanya. Rumitnya pengaturan puluhan ribu jamaah haji di Mina sekali lagi sudah mengambil resiko fatal. Insiden di Mina kepada momen haji 2015 ini sudah menyebabkan lebih dari 805 jamaah haji luka-luka & sedikitnya 717 jamaah haji tewas. Umumnya dari jamaah haji tewas sebab terinjak & kehabisan nafas sesudah kekacauan pergerakan jamaah haji berjalan diatas jembatan meuju area lempar jumrah, tepatnya di jalur 204 street menuju ruang pelemparan jumrah.
Berikut yakni 3 fakta yg sanggup dikumpulkan sampai sejauh ini terkait tragedi haji 2015 di Mina :
Mayoritas korban tewas jamaah haji berasal dari Mesir & negara-negara Afrika
Kejadian kekacauan pergerakan jamaah haji yg menewaskan sampai 700 jiwa lebih di Mina sontak menciptakan kaget keluarga para jamaah haji asal Indonesia. Pasalnya, jumlah kuota jamaah haji paling besar didunia benar-benar berasal dari Indonesia. Tetapi kekhawatiran itu hasilnya berhenti pasca otoritas resmi dari Saudi Arabia mengemukakan sebahagian gede korban jiwa & luka-luka yaitu jamaah haji asal Mesir & negara-negara Afrika.
Pada Awal Mulanya pihak Kementerian Agama yg mengatur pergerakan beberapa ratus ribu jamaah haji asal Indonesia benar-benar melarang dgn tegas jamaah asal Indonesia utk bergerak melintasi Mina di hri Raya Idul Adha lebih kurang pagi hri disaat Arab Saudi. Mengingat kuota pergerakan manusia di pagi hri bakal amat padat oleh jamaah haji asal Afrika, bersama postur yg jauh lebih agung di bandingkan orang Indonesia.
Kronologi yg berkembang merupakan sebab ada sekelompok jamaah haji yg berakhir tiba-tiba, hasilnya berlangsung penumpukan & tubrukan, sampai saling berdesak-desakan.
Biarpun proses penyelidikan insiden Mina thn 2015 ini tetap konsisten dilakukan, tapi jumlahnya spekulasi menyebutkan bahwa terinjak-injaknya ribuan jamaah haji di Mina merupakan sebab berjalan penumpukan massa dalam jumlah agung di street 204. Puluhan ribu jamaah haji bergerak perlahan menuju area pelemparan jumrah. Tetapi seketika ada sekelompok jamaah haji yg mogok dengan cara tiba-tiba di sektor depan rombongan. Hasilnya berjalan saling mendorong & tubrukan. Dalam keadaan berdesak-desakan itu, beberapa ratus jamaah haji terjatuh & hasilnya terinjak-injak oleh ribuan manusia dalam satu ketika. Kejadian berjalan kira kira pukul 07.00 pagi ketika Arab Saudi.
Tregadi Mina terulang kembali, Bukti Manajemen Pergerakan Jamaah Haji belum Sempurna
Diwaktu mendengar informasi terulangnya kembali kejadian Mina di momen ibadah haji 2015, ingatan publik dunia cepat tertuju kepada kejadian mirip di sekian banyak th dulu. Kepada 2006 silam, berjubelnya jamaah haji di Mina memicu kepanikan sampai terinjak-injak, diwaktu itu jamaah haji yg tewas sedikitnya 360 orang. Pasca kejadian itu, Pemerintah Saudi seterusnya laksanakan pembangunan besar-besaran di wilayah Mina. Satu Buah mega konstruksi jembatan 5 lantai dibangun dalam proyek senilai US$1,2 miliar buat memecah jumlah jemaah jadi sekian banyak jalur menuju ruang pelemparan jumrah. Tapi ternyata, kejadian membludaknya jamaah haji di jembatan Mina konsisten terulang & kali ini mengambil korban tewas lebih dari dua kali lipat ketimbang kejadian Mina th 2006 silam. Aspek ini membuktikan bahwa konstruksi yg akbar saja tidak pass, Pemerintah Saudi butuh melaksanakan manajemen pergerakan massa buat mengendalikan massa jamaah haji dalam jumlah jutaan jiwa.
(CAL) img : cnn

Begini Perkiraan Kronologi Kejadian Tragedi Haji di Mina

23.06 Add Comment

Kronologi Tragedi Haji di Mina
Hri raya Idul Adha 2015, jadi hri kelam bagi semua penduduk dunia, terutama bagi kaum muslim yg sedang merayakan betapa bahagianya idul Adha. Dunia sontak terkaget mendengar info dari Mina serasi di hri raya Idul Adha 2015, Kamis (24/9) pas sore hri Disaat Indonesia.
Insiden mematikan kembali terulang di Mina, kali ini menewaskan sedikitnya 717 orang jamaah haji. Sebahagian besar nya tewas dikarenakan terinjak-injak oleh ribuan jamaah haji lain. Sekira 800 orang yang lain serta terluka. Dalam hajatan gede Ibadah Haji thn 2015 ini, tragedi Mina yaitu insiden akbar ke-2 yg berlangsung sesudah dua pekan pada awal mulanya satu buah crane gede jatuh & menghantam Masjidil Haram usai digoyangkan oleh badai pasir di Makkah, menewaskan 107 jamaah haji.
Hri itu, Mina merekam kembali histori kelam juga sebagai tempat yg paling rawan dalam prosesi ibadah haji. Puluhan ribu orang bergerak bersamaan dalam posisi berdesakan, sedikit saja ada perubahan arus pergerakan, sehingga lautan manusia para jamaah haji itu bakal beralih jadi kekacauan.
Lantas gimana kronologi kejadian tragedi haji di Mina yg terulang kembali dalam ibadah haji 2015 tempo hari?
Dikutip dari kantor kabar CNN, Menteri Kesehatan Arab Saudi Khaled Al-Falih menyampaikan tragedi di Mina mampu terulang kembali & menewaskan beberapa ratus orang jamaah haji berlangsung dikarenakan tidak sedikit jamaah yg bergerak tidak dengan mengindahkan jadwal. Pihak otoritas keamanan Arab Saudi menuturkan, kronologi tragedi terinjak-injaknya jamaah haji di Mina ini bermula disaat rasa gugup seketika melanda ribuan jamaah haji yg sedang berada di atas jembatan 204 street, jalan yg menghubungkan tenda jamaah bersama ruangan lempar jumrah. Terlampaui sejumlah massa bergerak bersamaan di jam-jam padat jadi kekacauan yg mematikan sebab kurangnya manajemen pergerakan jamaah haji.
Dikutip dari the Guardian, ada keterangan yg menyatakan kepanikan para jamaah haji berlangsung diwaktu seseorang jamaah haji terjatuh dari jembatan diwaktu berdesakan diatas jembatan street 204. Menurut lansiran CNN, Brigadir Mansour Al-Turki dari Pasukan Keamanan Saudi menduga bahwa kejadian itu jadi pemicu kepanikan massa yg berjumlah ribuan orang.
Dimulai dari sebahagian mungil massa terjatuh sebab didorong dari belakang, seterusnya kepanikan yg makin memuncak menciptakan mereka tidak meihat apapun tidak cuma berupaya menyelamatkan diri ke luar dari kerumunan massa. Hasilnya mereka sejak mulai menginjak-injak & berujung kepada peningkatan jumlah korban jiwa dengan cara massif.
Kembali terulangnya tragedi Mina jadi tamparan keras bagi pemerintah Arab Saudi. Sekian Banyak thn dulu, di ruang yg sama sempat berjalan insiden mirip dgn korban jiwa mencapai beberapa ratus. Hasilnya Arab Saudi membangun jembatan lima lantai utk sanggup dilalui jamaah haji dalam perjalanan menuju tempat lempar jumrah. Proyek jembatan di Mina itu berharga US$1,2 miliar utk memecah jumlah jemaah.
Tetapi nyatanya tidak sedikit duit yg sudah digelontorkan pemerintah Saudi tidak menutup mungkin terulangnya kejadian di Mina. Tetap dilansir dari CNN, seseorang arsitek kelahiran Mekkah, Sami Angawi menyampaikan solusi paling pas buat mencegah kejadian fatal di Mina yakni dgn laksanakan manajemen massa utk menciptakan aliran manusia lebih tertib & rutin dalam jumlah yg tidak terlampaui terpusat supaya dapat lebih dikendalikan.
(CAL) img : cnn