Topan di Busan dan Puting Beliung di Indonesia, Apa Perbedaannya?

01.51 Add Comment

Rabu (5/10) dulu badai topan dahsyat melanda wilayah Busan, Korea Selatan. bencana yg melanda area persinggahan paling besar di Korea Selatan ini diikuti dengan hujan dan angin kencang. Badai ini sampai-sampai disebut menyerupai Tsunami lantaran dampaknya yg membuahkan gelombang air gede yang membelai lokasi perumahan.

Lalu seharusnya apa yang membedakan badai topan seperti di Busan dengan angin puting beliung yg tidak jarang terjadi di bermacam macam negara di Indonesia? Berikut secara rinkas perbedaannya.

Badai Topan
Badai topan atau sangat sering dinamakan semula dgn istilah taifun adalah fenomena alam yang berjalan waktu tekstur laut yg hangat di satu buah area mewarisi penguapan. Suhu hangat yg naik ke udara menimbulkan tindihan udara di sekitarnya turun dengan cara drastis dan membuahkan badai tropis. Badai ini menyentak angin yang berlalu di sekitarnya dan membuatnya bersirkulasi di atas permukaan laut. Putaran angin ini umumnya dipengaruhi oleh rotasi bumi. Oleh lantaran itu, badai topan tak sanggup terbentuk di negara yg dikelilingi garis ekuator. rata-rata badai terlahir sedikitnya dalam jarak 300 mil mulai sejak garis ekuator atau khatulistiwa. dekat hitungan hari badai termasuk dapat membesar seiring dengan pertambahan angin yang dihisapnya. suatu badai mampu dikategorikan menjadi topan kala kecepatan angin yg membentuknya menjangkau 74 mil per jam atau sekitar 120 km/jam.

Angin Puting Beliung
Berbeda dengan badai topan, angin puting beliung merakit secara garis adil dgn kecepatan lebih berasal 63 km/jam. Angin puting beliung tengah berlangsung dalam waktu singkat cangga lebih 5 menit. Fenomena ini biasanya terjadi pada siang atau sore hri saat hawa panas dan pengap remunerasi radiasi matahari. Oleh dikarenakan itu, gumpalan awan tumbuh dengan cara lurus dan mengarang arus hawa naik dan turun berputar dekat kecepatan tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghempas ke daratan dengan cara tiba-tiba dan berlangsung secara acak membangun angin ribut.

Kehadiran angin puting beliung masih susah diprediksi. umumnya angin berhembus dengan cara tiba-tiba dengan lokasi yang terdampak relatif mungil Angin puting beliung mempunyai persuasi berbeda-beda di bermacam negara di Indonesia. Di negeri Jawa, angin puting beliung dinamakan juga angin Leysus, di daerah Sumatera disebut serta angin Bohorok.

Lokasi Rawan Longsor di Merapi dan Merbabu selama Musim Hujan

00.44 Add Comment
Sampai tulisan ini diturunkan, demi mengingatkan penduduk di lebih kurang lereng Merapi & Merbabu, BPBD telah menyebarkan surat imbauan peningkatan kewaspadaan ke jumlahnya kecamatan. Dalam surat itu, dikabarkan bahwa sewaktu puncak periode hujan Pebruari 2016 ini ribuan warga di lereng Merapi & Merabu mesti mendalami risiko bencana tanah longsor, banjir & puting beliung yg berpotensi kapanpun berjalan.

Lantas, area desa mana saja di kawasan lereng Merapi & lereng Merbabu yg berpotensi tinggi rawan tanah longsor?

Catatan yg dilansir BPBD jateng menunjukkan, sediktinya ada 6 Kecamatan di Kab Boyolali yg rawan longsor. Empat kecamatan berada di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, & dua kecamatan ada di kawasan Boyolali Utara.

Empat Kecamatan di lereng Gunung Merapi & Merbabu yg rawan tanah longsor antara lain Selo, Cepogo, Musuk & Ampel, sedangkan dua lainya di Boyolali sektor utara, yaitu Klego pula Kemusu.
Buat dipahami, struktur bentukan tanah di Gunung Merapi & Gunung Merbabu terdiri dari tanah berpasir & gembur, tidak sama dgn keadaan tanah di dataran rendah yg komposisinya padat. Tanah pasir & gembur Merapi & Merbabu ini menjadi argumen kuat kenapa risiko longsor dikhawatirkan enteng berjalan bila lereng Merapi & Merbabu diguyur hujan deras.

Peningkatan intensitas turunnya hujan dgn cuaca tidak baik menandai puncak periode hujan Indonesia antara Januari hingga Pebruari 2016. Menyaksikan tren hujan yg makin deras bersama intensitas yg semakin jelek telah mestinya menjadi peringatan bagi seluruhnya warga. Meski wilayah di dekatnya jarang berlangsung banjir dikarenakan hujan deras, bukan berarti puncak periode hujan ini dapat diabaikan. Dikarenakan tetap ada bisa jadi bencana tanah longsor & angin puting beliung yg sanggup datang kapan saja.

Seperti yg saat ini mesti diwaspadai oleh warga lebih kurang lereng Gunung Merapi & Merbabu, di Kab Boyolali, jateng. Mengutip pemberitaan Antara, potensi tanah longsor di Merbabu & Merapi meningkat drastis tatkala puncak periode hujan ini. Imbauan ini dirilis dengan cara husus oleh Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jateng.

Peringatan waspada longsor disekitar lereng Gunung Merapi & Merbabu ini dikhususkan utk ribuan masyarakat yg tinggal disekitar lereng. Elevasi kemiringan tanah yg pass tinggi di kawasan lereng Merapi & Merbabu makin menambah risiko tanah longsor di kawasan ini. Terlebih tingginya curah hujan sebabkan tanah di lereng gunung menjadi tidak stabil & basah.

Sampai tulisan ini diturunkan, demi mengingatkan penduduk di lebih kurang lereng Merapi & Merbabu, BPBD telah menyebarkan surat imbauan peningkatan kewaspadaan ke jumlahnya kecamatan. Dalam surat itu, dikabarkan bahwa sewaktu puncak periode hujan Pebruari 2016 ini ribuan warga di lereng Merapi & Merabu mesti mendalami risiko bencana tanah longsor, banjir & puting beliung yg berpotensi kapanpun berjalan.
sumber

Puncak Musim Hujan, Waspada Gelombang laut Tinggi

00.42 Add Comment
Memasuki awal bln Pebruari 2016, serasi bersama prediksi Tubuh Meteorologi Klimatologi & Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika) nyaris seluruhnya wilayah Indonesia bakal mengalami cuaca ekstrem. Januari & Fabruari 2016 memang lah diperkirakan menjadi fase sangat buruk dari periode hujan 2016. Puncak masa hujan di Indonesia ini ditandai dgn awan pekat gelap yg menggelayut tetap di atas Pulau Sumatera, Pulau Jawa, menjajar ke timur hingga Bali, & Nusa Tenggara nyaris tiap-tiap hri, sejak pagi hingga tengah malam hri.

Awan hitam pertanda puncak masa hujan serta ditambah bersama potensi angin kencang, petir, & hujan es yg serta diperkirakan dapat berjalan di sebanyak wilayah. Jikalau hujan deras di daratan menambah risiko banjir & tanah longsor, lain narasi jikalau hujan deras berlangsung di lautan, risikonya berupa gelombang agung di laut Indonesia.

Dengan Cara kusus, peringatan waspada hujan deras & puncak periode hujan diimbau Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika pada tersangka transportasi, khususnya transportasi laut. Dikarenakan angin kencang yg muncul di antara awan pekat di perairan Indonesia berpotensi memunculkan gelombang tinggi nyaris setinggi tiga meter.

Terlebih, dikutip oleh Antara, puncak masa hujan bersama gelombang gede di lautan dipicu oleh Periode Angin Utara. Hingga bersama pertengah Bln Pebruari 2016 akan datang, gelombang tinggi lebih dari 3 meter diperkirakan dapat menghantam perairan perairan Natuna & Anambas. Sementara utk wilayah lain seperti Batam, Bintan, Tanjungpinang, Lingga, & Karimun maksimal 1,5 meter.
sumber

Korea Utara Luncurkan Bom Nuklir Hidrogen!

20.36 Add Comment
gempa-akibat-bom-nuklir-korea-utara
Bagi warga Indonesia, penyebab gempa dipahami lantaran kegiatan lempeng tektonik yg berada dibawah permukaan bumi. Atau barangkali ke-2 gempa berlangsung sebab kegiatan vulkanik di dekat gunung berapi yg sedang mengalami erupsi atau letusan. Tapi nyatanya, penyebab gempa bumi sampai tertulis oleh seismograf dapat serta berlangsung diluar dua bisa jadi itu.
Betulkah begitu?
Hri ini, Rabu, 6 Januari 2016 sebahagian gede penduduk yg berada di daratan Korea mengaku merasakan getaran gempa yg pass kuat. Bahkan tubuh meteorologi Jepang & dinas pemantau gempa yg dipunyai oleh Pemerintah Amerika Serikat USGS Earthquake Hazards Acara mencatat adanya getaran gempa berkekuatan 5,1 SR di wilayah daratan Korea Utara.
Catatan lebih kumplit yg mampu dipandang dari page http : //earthquake.usgs.gov/ menunjukkan pusat guncangan gempa berada di sekiar 21 Kilo Meter timur laut Sungjibaegam, Korea Utara, bergetar terhadap tanggal 6 Januari 2016 pukul 01.30 UTC atau seputar 08.30 pagi WIB.
Tapi anehnya, kedalaman gempa terdaftar oleh sesimograf USGS berada di kedalam 0.0 kilo meter, artinya gempa ada di permukaan tanah? Memangnya sanggup?
Factor ini serta jadi tanda bertanya gede yg sedang heboh dibicarakan netizen sarana massa, dikarenakan tidak sedikit pihak mengaitkan guncangan gempa di Korea Utara ini berlangsung bukan dikarenakan gerakan vulkanik ataupun tektonik sama sekali.
Dari page CNN dikutip, juru berbicara Pemerintahan Jepang mengemukakan bahwa guncangan gempa tersebut dapat dijamin merupakan uji mencoba senjata nuklir milik Pemerintahan Korea Utara. Apalagi, guncangan gempa ini berada di dekat wilayah uji cobalah nuklir Korea Utara seperti yg sempat dilakukan oleh negeri komunis ekstrem itu terhadap th 2013 silam.
Dikonfirmasi oleh CNN.com, pemerintah Korea Utara telah launcing konfrimasi bahwa gempa bumi yg berlangsung terhadap Rabu pagi 6 Januari 2016 yakni suatu uji mencoba bom hidrogen, senjata perusak nuklir generasi baru yg miliki kapasitas kerusakan berkali-kali lipat lebih jelek ketimbang bom nuklir generasi awal.
Berarti ledakan itu yaitu uji mencoba nuklir Korea Utara utk keempat kalinya. Terakhir, Korea Utara melaksanakan uji mencoba nuklirnya yg ke3 thn 2013 dulu. Ketika itu juga, uji mencoba bom nuklir Korea Utara thn 2013 pernah menyebabkan gempa bumi berkekuatan 4,9 SR.
Dilansir dari page Kompas, Korea Selatan sempat memperkirakan bahwa Korea Utara mempunyai 2.500 ton sampai 5.000 ton senjata kimia. Bahkan saat ini rezim dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-UnKorea Utara sedang mengembangkan bom hidrogen atau bom termonuklir yg menggunakan ledakan fusi dalam suatu reaksi berantai. Kapabilitas bom hidrogen ini jauh lebih merusak ketimbang bom nuklir generasi awal. (cal)
img : freezonemediacenternews.com

Benarkah Perubahan Iklim Dunia sebabkan Rotasi Bumi Melambat?

20.35 Add Comment
rotasi-bumi-melambat-nasa.gov

Masihkah Kamu tidak yakin mengenai fakta bahwa Bumi sedang bergerak ke arah kerusakan yg semakin kritis? Perubahan iklim yg demikian ekstrem yaitu tanda paling nyata dari semakin buruknya keadaan keseimbangan alam Bumi juga sebagai hunian Kita. Perhatikan saja dengan cara apa kacaunya iklim Indonesia saat dihantam oleh bencana kemarau panjang th 2015 dulu?
Kemarau ektrem seterusnya tiba-tiba datang periode hujan yg demikian deras bersama risiko banjir, longsor sampai angin puting beliung yaitu tanda paling nyata dari keseimbangan alam yg semakin kacau.
Bahkan satu buah riset paling baru yg dirilis oleh Tubuh antariksa Amerika Serikat atau NASA sudah memberikan ringkasan bahwa perubahan iklim dapat semakin memperlambat rotasi bumi, kenapa mampu begitu?
Mengutip lansiran dari CNN Indonesia, perubahan iklim yg semakin bergerak ke arah kritis yakni resiko domino yg menciptakan perubahan agung di muka Bumi. Perubahan iklim dapat memicu pemanasan global, setelah itu dikarenakan pemanasan global permukaan air laut juga semakin meningkat akibat dari mencairnya perlahan es abadi di Kutub. Jikalau tiada perubahan yg berarti utk mengurangi perubahan iklim & pemanasan global, NASA memprediksi bahwa permukaan air laut bakal naik satu meter dengan cara global dalam hitungan sekian banyak thn ke depan. Pertambahan muka air laut yg signifikan ini bakal mempengaruhi kecepatan rotasi Bumi terhadap porosnya.
Dijelaskan dengan cara ilmiah, riset paling baru yg diterbitkan dalam jurnal Science Advances menguraikan bahwa kenaikan air laut bakal mengakibatkan air laut tertarik ke arah khatulistiwa. Akibatnya siklus inti Bumi bergerak amat sangat serta-merta sedangkan lapisan kerak yang merupakan ruang makhluk hidup tinggal malah melambat. Akibatnya rotasi Bumi dapat melambat dengan cara perlahan.
Apabila rotasi Bumi melambat perlahan, efeknya terhadap makhluk hidup yg tinggal di permukaan Bumi bakal menciptakan hri di Bumi semakin panjang & jadi lebih lama.
Bahkan dibuktikan oleh Mathieu Dumberry, salah satu peneliti dalam riset tersebut yg pun jadi seseorang Professor di Kampus Alberta, Amerika Serikat bahwa tatkala seabad terakhir rotasi Bumi telah melambat sampai 1,7 milidetik.
Tetap teringat di thn 2015 dulu, semua dunia sepakat meneruskan atau memajukan disaat Dunia sewaktu 1 detik atau yg biasa dinamakan juga sebagai lompatan detik (leap secon). Lompatan detik ini berjalan kepada 30 Juni 2015 dulu. Faktor ini dilakukan demi menjaga akurasi jam atom yang merupakan acuan disaat dunia.
Kenapa lompatan detik (leap seken) ini dipakai? Penjelasan sederhananya yaitu bumi sedikit lebih lambat.(cal)
img : Yootube.com

BNPB: Gunung Soputan

20.34 Add Comment
gunung-soputan-meletus
Awal thn 2016 sekali lagi diwarnai oleh info tidak enak mengenai bencana di negara ini. Sesudah berita datangnya banjir perdana th 2016 di Jember & Kab Bandung. Setelah Itu tetap disusul dgn info erupsi Gunung Bromo yg tetap bergejolak. Saat Ini info bencana lain datang dari wilayah Minahasa, Sulawesi Utara.
Gunung Soputan, suatu gunung vulkanik setinggi 1.784 m (5.853 kaki) yg demikian aktif selagi sekian banyak bln terakhir dilaporkan kembali meletus di hri Senin tengah malam, 4 Januari 2015. Badan Nasional Penanggulangan Bencana launcing kabar, seputar pukul 20.53 WITA, berlangsung letusan Gunung Soputan ditandai dgn membubungnya abu vulkanik setinggi lebih dari 2.000. Letusan juga semakin kelihatan kala luncuran lava pijar berwarna merah jelas menuruni lereng Gunung Soputan dgn kecepatan tinggi. Dikutip dari CNN, letusan Gunung Soputan nyata-nyatanya masihlah berlanjut, berturut-turut kepada Selasa (5/1) pukul 03.50 WITA berjalan letusan strombolian bersama tinggi material pijar 250 meter, letusan terus-menerus dari pukul 05.20 WITA sampai 06.00 WITA.
Kemudian pada jam 06.38 WITA terdengar nada gemuruh, seketika muncul letusan disertai membubungnya awan panas utk yg kesekian kalinya 2.500 meter. Awan panas mengarah ke arah tenggara-timur laut pun tinggi letusan 6.500 meter diatas puncak kawah dgn tekanan kuat ke arah Barat.
Abu vulkanik yg terlempar ke luar dari mulut kawah Gunung Soputan diperkirakan dapat mengarah ecamatan Langowan Barat (Desa Langowan, Tumaratas, Kota Langowan).
Seterusnya, Kecamatan Tompaso Barat (Desa Tou Ure, Tou Ure 2, Tonsawang, Tonsawang Selatan, Pinabetengan, Pinabetengan Selatan, & Pinabetengan Utara. Sementara di Kecamatan Ratahan Timur (Desa Pangu, Pangu 1, Pangu 2, Kalatin).
Tetapi begitu, nyatanya letusan Gunung Soputan di bln Januari 2016 ini tetap disikapi bersama tenang oleh masyarakat seputar Kab Minahasa & Minahasa Tenggara. Pasalnya sewaktu sekian banyak bln terakhir Gunung Soputan telah meletus sekian banyak kali bersama intensitas mungil sampai sedang.
Bahkan Humas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho serta beranggapan warga lebih kurang Gunung Soputan telah bijak dalam menanggapi letusan Soputan. Jarak hunian masyarakat serta berada lumayan jauh bersama radius bahaya letusan Gunung Soputan.
Sutopo menentukan sampai tulisan ini diturunkan, kegiatan warga tetap terus normal. Belum ada pengungsian sampai diwaktu ini. Urusan persiapan emergency bencana pasca letusan Gunung Soputan cuma diaktivasi oleh Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dgn membagikan masker terhadap warga.
Buat didapati, Gunung Soputan selagi sekian banyak th terakhir dikenal penduduk juga sebagai gunung berapi paling aktif di Sulawesi. Sejak th 1991 silam, kegiatan vulkanik Gunung Soputan ditandai dgn pertumbuhan kubah lava yg tetap bertambah sejak 1991 tidak jarang diiringi bersama letusan abu.
Lebih Sering, pertumbuhan kubah lava menyebabkan lava meluber sampai ke luar bibir kawah. Tapi jarak luncuran lava ini diperkirakan cuma mencapai enam km dari puncak ke arah barat daya, sementara itu masyarakat terdekat berada kepada berjarak delapan km dari puncak. (cal)
Img : Antara

3 Kronologi Pemerintah Gagal Gugat PT BMH

20.33 Add Comment
meme-parlas-nababan
Awal Januari thn 2016 menjadi momentum kelam dalam urusan penegakan hukum di Indonesia. Sekali lagi, penegak hukum lakukan blunder fatal. Kali ini bukan dikarenakan kasus korupsi, bukan berkaitan hukum yg kebal terhadap petinggi tingkat atas, tapi ini menyangkut blunder hukum dikala memandang kasus kebakaran hutan yg demikian fatal menjelang akhir thn 2015 tempo hari.
Narasi mengenai blunder hukum yg menciptakan beram jutaan warga Indonesia ini berlangsung sesudah tanggal 31 Desember 2015 dulu Pengadilan Negara Palembang memutuskan utk menolak gugatan perdata pemerintah atas nama Kementerian Lingkungan Hidup & Kahutanan pada PT Bumi Mekar Hijau (PT. BMH). Dalam tuntutannya pemerintah menuntut duit ubah rugi sebanyak Rupiah. 7,8 triliun buat mengembalikan lagi ekosistem hutan yg hancur sebab sengaja dibakar oleh PT BMH, & mengembalikan lagi kesehatan pula ekonomi warga Sumatera yg tergadai akibat bencana kabut asap.
Tapi hasilnya tuntutan pemerintah terhadap PT BMH itu kandas di tengah jalan.
Lantas dengan cara apa sesungguhnya kronologi tuntutan pemerintah kepada pebisnis perkebunan atas kasus kebakaran hutan ini? apa argumen Majelis Hakim yg membatalkan tuntutan pemerintah & memenangkan PT BMH?
Berikut merupakan kronologi kegagalan pemerintah gugat PT BMH atas kasus kebakaran hutan Sumatera Selatan :
Nyata-nyatanya gugatan dilayangkan pemerintah buat kasus kebakaran hutan sejak thn 2014 sampai 2015 diatas lahan PT BMH
Faktanya tuntutan pemerintah atas merubah rugi kebakaran hutan yg dilakukan di atas lahan PT BMH ini dilayangkan telah sejak th 2014 silam. Waktu itu hutan tanaman industri pohon akasia seluas 20.000 hektar milik PT BMH kepada 2014 di Distrik Simpang Tiga Sakti & Distrik Sungai Byuku Kab Ogan Komering Ilir (OKI) dibakar dgn sengaja. Menyebabkan kasus kebakaran hutan & kerugian bagi penduduk sebab resiko kabut asap.
PT BMH ajukan pembelaan bersama jalankan tes laboratorium utk meneliti kerugian akibat kebakaran hutan
Gagalnya tuntuan pemerintah atas PT BMH ini salah satunya yakni lantaran pembelaan yg dilakukan oleh PT BMH bersama ajukan hasil tes laboratoium. Tes yg dilakukan oleh PT BMH didapati ga ada indikasi tanaman rusak lantaran sesudah lahan terbakar, tanaman akasia masihlah bakal tumbuh bersama baik. Seterusnya sewaktu proses persidangan serta nyata-nyatanya pemerintah sbg pihak penggugat tidak sanggup membuktikan adanya kerugian ekologi akibat kebakaran hutan. Seperti adanya rumus kehilangan unsur hara & kehilangan keanekaragaman hayati.
Minim kenyataan, tuntutan pemerintah serta dibatalkan oleh Pengadilan Negara Palembang
Hasilnya kepada 31 Desember 2015 tempo hari Majelis Hakim Pengadilan Negara Palembang memutuskan bahwa tuduhan yg diberikan pada perusahaan tak sanggup dibuktikan. Ketua Hakim Parlas Nababan bahkan menyebut tidak cuma menolak gugatan, pihak penggugat adalah Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) serta diwajibkan membayar budget perkara se besar Rupiah 10.521.000. Gugatan Pemerintah yg dimentalkan oleh Hakim ini serta didasarkan atas pertimbangan bahwa pemerintah menuntut PT BMH atas basic asumsi adanya kebakarna hutan tapi tidak dapat menunjukkan siapa pelakunya. Bahkan Hakim Parlas Nababan menyampaikan bahwa “Membakar hutan itu tak merusak lingkungan hidup, sebab hutan tetap mampu ditanami lagi”. (cal)
img : memecomicindonesia